Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Trump Manfaatkan Isu Covid-19

Faustinus Nua
23/7/2020 02:10
Trump Manfaatkan Isu Covid-19
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(AFP)

MERASA terus ditekan hasil jajak pendapat sejumlah media yang memprediksikan kekalahan dalam pemilihan November nanti, Presiden Donald Trump akhirnya memilih lebih fokus pada penanganan krisis virus korona baru (covid-19).

Trump mengakui bahwa penyakit yang sering ia remehkan itu mungkin saja akan menjadi lebih buruk. Akan tetapi, ada beberapa daerah di AS juga yang tidak benarbenar terdampak.

“Beberapa daerah di negara kita baik-baik saja. Yang lain kurang baik. Mungkin, sayangnya akan menjadi lebih buruk sebelum kembali membaik lagi,” kata Trump pada pertemuan resmi pertamanya di Gedung Putih, kemarin.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas pandemi yang menyerang negara itu. Terakhir, pertemuan untuk covid-19 diadakan pada akhir April lantaran Trump bersikeras dan mengabaikan virus mematikan itu yang dinilainya akan segera hilang.

Setelah terjadi lonjakan kasus di AS dalam beberapa minggu terakhir dan sekitar 140.000 korban kematian akibat pandemi, Trump akhirnya menyerah dan mulai mengampanyekan protokol covid19. Mengingat, isu pandemi membuat dua pertiga orang Amerika tidak memercayai kepemimpinan Trump untuk masalah ini.
 
Trump pun membuat poros terbarunya. Kongres mulai menegosiasikan RUU bantuan ekonomi skala besar untuk menopang ekonominya. Apalagi, pandemi telah berdampak pada tingginya angka pengangguran karena bisnis telah ditutup.


Masalah masker

Sempat menolak selama berbulan-bulan untuk difoto mengenakan masker, kini Trump justru mendesak orang Amerika untuk mengikuti rekomendasi dokter. Selain bisa menekan penyebaran virus, mengenakan masker juga menurutnya tindakan patriotik.

“Kami meminta semua orang sadar bahwa ketika Anda tidak dapat menjaga jarak sosial, harus memakai masker,” katanya.

Dia juga menggembar-gemborkan kabar baik tentang pengembangan vaksin. Menurutnya, vaksin akan selesai jauh lebih cepat dari yang diperkirakan orang.


Menuduh Tiongkok

Dua warga negara Tiongkok dituduh berusaha mencuri data penelitian vaksin covid19 dan kekayaan intelektual dari ratusan perusahaan di Amerika Serikat dan negaranegara lain.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, peretas Li Xiaoyu, 34, dan Dong Jiazhi, 33, juga menargetkan aktivis HAM di AS, Tiongkok, dan Hong Kong. Keduanya diyakini berada di Tiongkok dan di luar jangkauan penegakan hukum AS. 

Diduga motif para pelaku dalam beberapa kasus untuk keuntungan mereka. Sementara itu, untuk kasus lainnya diyakini ada keterlibatan Kementerian Keamanan Negara Tiongkok.

Target mereka termasuk Departemen Energi AS dan belasan kontraktor pertahanan AS, perusahaan farmasi, dan perusahaan perangkat lunak. Perusahaan-perusahaan nonAS juga disebut sebagai korban, termasuk perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, kontraktor pertahanan Australia, dan dua perusahaan perangkat lunak Jerman. (AFP/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya