Kamis 25 Juni 2020, 22:35 WIB

Berburu Manisnya Salak Indonesia di Negeri Kamboja

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Berburu Manisnya Salak Indonesia di Negeri Kamboja

AFP
Suasana pasar tradisional di Phnom Penh, Kamboja, 10 Januari 2019.

 

PANDEMI covid-19 menyebabkan salak Indonesia sempat berhenti beredar di Kamboja selama kurang lebih tiga bulan karena terbatasnya maskapai penerbangan. Namun demikian, sejak pertengahan Juni lalu, buah yang menjadi primadona, utamanya bagi kalangan kelas menengah ke atas Kamboja ini, dapat kembali eksis.

Pada 12 Juni, Salak KAK Trading Co., Ltd, sebagai salah satu importir salak Indonesia di Kamboja berhasil mengirimkan lima ton salak dari Indonesia dengan menggunakan pesawat kargo khusus. Pada 25 Juni, rencananya akan ada pengiriman kembali dengan jumlah yang sama.

Baca juga: Salak Gula Pasir Bali Menembus Kamboja

“Kami sangat bersyukur dan mengharapkan agar situasi segera membaik dan pengiriman salak dari Indonesia ke Kamboja seterusnya dapat berjalan lancar,” ungkap Managing Director Salak KAK, Touch Phakdey, Kamis.

“Di Kamboja, salak Indonesia diminati bukan hanya karena rasanya yang enak, manis serta kaya zat besi dan serat, buah tropis ini juga memiliki added value karena dapat dijadikan buah tangan. KBRI juga kerap kali menjalankan ‘diplomasi salak’ dalam berbagai kesempatan,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng.

Pada periode Januari hingga pertengahan Maret 2020, ekspor salak pondoh dari Indonesia ke Kamboja tercatat sejumlah 90 ton. Sementara itu, pada 2019, total salak yang dijual di Kamboja mencapai 680 ton, di mana 480 ton berasal dari Indonesia.

Salak tersebut didistribusikan di supermarket, minimarket bahkan di pasar-pasar tradisional yang berada di Phnom Penh dan beberapa wilayah lain seperti Banteay Meanchey, Preah Vihear, Kampong Cham, Svay Rieng, Kampot, Kampong Som, Kampong Chhnang, dan Battambang.

Selain salak, buah segar lain yang berpotensi untuk masuk pasar Kamboja antara lain adalah jeruk dan manggis. Buah dengan kandungan vitamin yang tinggi tersebut, juga sering digunakan untuk persembahan pada upacara keagamaan di Kamboja, sebagai negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha.

Baca juga: Salak Pondoh Diekspor ke Selandia Baru

“KBRI terus berupaya memperkenalkan berbagai produk potensial Indonesia yang dibutuhkan di pasar Kamboja. Hal ini antara lain dilakukan dengan melibatkan pengusaha Indonesia atau distributor produk Indonesia di Kamboja pada berbagai kegiatan promosi perdagangan seperti pameran dagang baik, yang diselenggarakan KBRI, maupun pemerintah setempat. Upaya ini juga dilaksanakan bersama-sama dengan anggota Indonesia-Cambodia Business Club (ICBC), suatu wadah untuk bertukar informasi bagi komunitas bisnis Indonesia-Kamboja,” tandas Sudirman.

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Latar Belakang Remaja Palestina Ditangkap karena Tikam Warga Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 20:07 WIB
Cohen dirawat di Rumah Sakit Hadassah Mount Scopus dengan pisau sepanjang 30 sentimeter di...
AFP/Jalaa Marey.

Daftar Panjang Serangan Israel ke Suriah sejak 2013

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 19:41 WIB
Serangan itu menargetkan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya dari Iran dan Hizbullah...
AFP/Menahem Kahana.

Israel Tuntaskan Tembok Besi Penghalang Bawah Tanah Gaza

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 08 Desember 2021, 19:24 WIB
Israel mengumumkan proyek tersebut, yang juga mencakup pagar di atas tanah, penghalang angkatan laut, sistem radar, serta ruang komando dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya