Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

WHO Khawatirkan Peningkatan Covid-19

Haufan Hasyim Salengke
24/6/2020 00:10
WHO Khawatirkan Peningkatan Covid-19
WHO Khawatirkan Peningkatan Covid-19(AFP)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus virus korona baru (covid-19) melonjak di beberapa negara besar secara bersamaan, Senin (22/6) waktu setempat. Kondisi itu menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di Amerika Latin, terutama Brasil.

“Tentu saja jumlahnya meningkat karena epidemi berkembang di sejumlah negara berpenduduk pada saat yang sama dan di
seluruh dunia,” pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan.

“Beberapa peningkatan itu mungkin disebabkan peningkatan pengujian. Tentu saja negara-negara seperti India menguji lebih banyak. Namun, kami tidak percaya bahwa ini ialah fenomena pengujian,” ujar Ryan.

Jumlah kasus global telah melampaui 9 juta pada Senin. Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara lain yang terkena dampak parah juga melaporkan wabah baru. Lonjakan kasus terjadi di Cile, Argentina, Kolombia, Panama, Bolivia, Guatemala, serta Brasil. Brasil telah melewati angka 1 juta dan menjadi nomor kedua setelah AS dengan 54 ribu kasus dalam 24 jam.

Beberapa lompatan di Brasil mungkin mencerminkan perubahan dalam sistem pelaporan. “Masih ada tes yang relatif rendah per populasi, dan tingkat kepositifan untuk pengujian secara keseluruhan masih cukup tinggi. Dari perspektif itu, kita akan mengatakan tren ini tidak mencerminkan pengujian menyeluruh, tetapi mungkin kurang memperkirakan jumlah kasus yang sebenarnya,” kata Ryan.

WHO juga menunjukkan kekhawatiran di Jerman dengan tingkat reproduksi virus mencapai 2,88 pada akhir pekan. Jumlah itu jauh di atas tingkat maksimum satu transmisi per orang yang diperlukan untuk mengatasi penyakit d lam jangka panjang.

Saat ini, dunia mencatat lebih dari 183 ribu kasus virus korona baru pada akhir pekan. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah itu menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak wabah dimulai pada Desember.


Produksi dexamethasone

WHO juga menyerukan peningkatan cepat dalam produksi dexamethasone, steroid murah yang telah terbukti mengurangi kematian pada pasien virus korona baru yang sakit parah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan permintaan de xamethasone telah melonjak setelah ilmuwan Inggris memublikasikan keberhasilan uji coba obat itu. Namun, ia yakin, produksinya bisa ditingkatkan.

Sekitar 2.000 pasien diberi dexamethasone oleh para peneliti yang dipimpin tim dari Oxford Unversity dan obat itu berhasil mengurangi kematian hingga 35% di antara yang paling sakit, menurut temuan yang diterbitkan pekan lalu.

“Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini bahwa steroid dexamethasone memiliki potensi penyelamatan jiwa bagi pasien covid-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk menggunakannya,” kata Tedros seperti dikutip Channel News Asia (CNA), Senin.

“Tantangan selanjutnya ialah meningkatkan produksi dan mendistribusikan dexa methasone secara cepat dan merata ke seluruh dunia, dengan fokus pada negaranegara yang paling membutuhkan,” ujarnya. (SCMP/CNA/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya