Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ketakutan Gelombang Kedua Meningkat di Tiongkok

Haufan Hasyim Salengke
15/6/2020 01:15
Ketakutan Gelombang Kedua Meningkat di Tiongkok
Ketakutan Gelombang Kedua Meningkat di Tiongkok(AFP)

TIONGKOK melaporkan jumlah kasus virus korona baru (covid-19) hariannya paling tinggi dalam beberapa bulan, serta beberapa bagian Beijing masih lockdown.  Hal itu meningkatkan peringatan gelombang kedua ke seluruh dunia ketika pandemi mengamuk di Amerika Selatan. Kebangkitan mengejutkan infeksi domestik telah mengguncang Tiongkok, tempat covid-19 muncul akhir tahun lalu.

Kemunculan juga memberikan gambaran suram tentang kesulitan yang akan dihadapi dunia dalam menaklukkan covid-19 bahkan ketika negara-negara di Eropa bersiap untuk membuka kembali perbatasan pada awal musim liburan musim panas setelah penurunan penularan yang menggembirakan.

Dari 57 kasus baru yang dicatat otoritas Tiongkok pada Minggu (14/6), 36 adalah infeksi domestik di ibu kota, tempat pasar grosir makanan besar di pusat wabah telah ditutup dan perumahan di dekatnya juga ditutup.

“Orang-orang ketakutan,” kata seorang pedagang buah dan sayur di pasar lokal lain di Beijing tengah kepada AFP. “Penjual daging harus tutup. Penyakit ini benar-benar menakutkan,” kata lelaki yang bermarga Sun.

Beijing melarang kegiatan pariwisata dan olahraga pada Sabtu (13/6) setelah kasus infeksi korona yang berpusat di sekitar pasar grosir besar memicu kekhawatiran gelombang baru wabah korona.

“Sebanyak 45 orang dari 517 yang diuji dengan tes swab tenggorokan di Pasar Xinfadi di Distrik Fengtai barat daya Beijing dinyatakan positif terkena virus korona,” kata Chu Junwei, seorang pejabat distrik yang dikutip Reuters.


Meningkat

Setidaknya 429.000 orang di seluruh dunia telah  meninggal karena covid-19, wabah yang merusak ekonomi global. 

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi telah berlipat ganda menjadi 7,7 juta dan penyakit ini sekarang menyebar paling cepat di Amerika Latin. Covid-19 mengancam sistem perawatan kesehatan dan memicu gejolak politik di kawasan itu.

Brasil kini memiliki jumlah kematian virus tertinggi kedua setelah Amerika Serikat, melebihi jumlah korban Inggris. Sementara itu, Presiden Cile Sebastian Pinera, Sabtu (13/6), memecat Menteri Kesehatan Jaime Manalich di tengah kontroversi angka kematian akibat wabah covid-19. Pinera menggantinya dengan Oscar Enrique Paris, seorang dokter akademik dan medis.

Perombakan mendadak terjadi ketika Cile menghadapi bulan tersulitnya dalam krisis covid-19, dengan peningkatan kasus aktif dan angka kematian. Negara Cile sekarang memiliki jumlah kasus terkonfirmasi per juta orang tertinggi di Amerika Latin, yakni 167.355 kasus pada Sabtu dan 3.101 kematian. (AFP/Hym/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya