Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pengunjuk rasa kembali bentrok dengan polisi antihuru-hara yang menembakkan gas air mata pada malam kedua di Minneapolis, Rabu (27/5).
Aksi unjuk rasa itu dilakukan sebagai bentuk pencurahan kemarahan atas kematian seorang pria kulit hitam, yang dalam video yang beredar luas terlihat kesulitan bernapas saat seorang polisi kulit putih menekan lehernya dengan lutut.
Baca juga: AS dan Negara Sekutu Kecam UU Keamanan Hong Kong
Video itu, yang direkam oleh seorang saksi pada Senin (25/5) malam, menunjukkan George Floyd (46) yang sedang terbaring telungkup dan diborgol. Ia terdengar mengerang minta tolong dan berulang kali mengatakan, "tolong, saya tidak bisa bernapas," sebelum kemudian tidak bergerak.
Demonstrasi hari kedua pada Rabu waktu setempat itu, yang disertai dengan penjarahan dan vandalisme, dimulai hanya beberapa jam setelah Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mendesak jaksa penuntut untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap polisi kulit putih yang terlihat menindih Floyd di jalan.
Floyd, yang tidak bersenjata dan dilaporkan dicurigai mencoba menggunakan uang palsu di sebuah restoran, dibawa dengan ambulans dari lokasi penangkapannya dan dinyatakan meninggal pada malam yang sama di sebuah rumah sakit.
Polisi, yang terlihat menginjakkan lututnya di leher Floyd, beserta tiga rekannya yang terlibat dipecat dari departemen kepolisian pada Selasa (26/5) ketika FBI membuka penyelidikan.
Ratusan pengunjuk rasa, banyak dengan wajah tertutup, memadati jalan-jalan di sekitar kantor polisi pada Rabu malam, sekitar setengah mil dari tempat Floyd ditangkap, seraya meneriakkan, "Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian" dan "Saya tidak bisa bernapas."
Kerumunan bertambah menjadi ribuan ketika malam tiba dan protes berubah menjadi konflik di luar stasiun. Di lokasi itu, para polisi dengan pakaian antihuru-hara membentuk barikade. Sementara itu, para pengunjuk rasa mengejek mereka dari balik barikade darurat yang mereka bangun sendiri.
Polisi, beberapa di antaranya berjaga di atap-atap rumah, menggunakan gas air mata, peluru plastik, dan granat penghilang kesadaran untuk mengamankan keramaian. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu dan proyektil lainnya. Beberapa orang melemparkan tabung gas air mata ke arah petugas.
Baca juga: AS Sepakati Penjualan 84 Rudal Patriot ke Kuwait
Gambar-gambar berita televisi dari sebuah helikopter di atas daerah itu memperlihatkan lusinan orang menjarah toko Target lalu kabur dengan pakaian dan kereta belanja penuh barang curian.
Kebakaran terjadi setelah gelap di beberapa lokasi kegiatan ekonomi, termasuk toko onderdil mobil. Saksi mata mengatakan kobaran api tampaknya disebabkan oleh para pelaku pembakaran. Media mengatakan protes yang lebih kecil dan damai diadakan di luar rumah salah satu petugas kepolisian. (Ant/OL-6)
Penembakan fatal oleh agen ICE di Minneapolis memicu kemarahan publik. Lokasi kejadian hanya beberapa blok dari tempat pembunuhan George Floyd.
FBI memecat 20 agen, termasuk 15 yang terlibat insiden berlutut saat protes George Floyd 2020.
Polisi yang membunuh George Floyd, Derek Chauvin diserang dengan pisau di penjara.
Bagi bibi George Floyd, Angela Harrelson, di antara perkembangan yang paling menonjol setelah kematian keponakannya adalah pengakuan bahwa rasisme sistemik ada.
Chauvin, yang berkulit putih, divonis bersalah oleh persidangan Minnesota, dan dijatuhi hukuman penjara pada Juni tahun lalu, selama 22 tahun dan 1,5 tahun.
Kueng, yang akan menjalani kedua hukuman tersebut secara bersamaan, diberikan kredit selama 84 hari sudah dijalani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved