Minggu 17 Mei 2020, 09:51 WIB

Polisi Warsawa Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Antilockdown

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Polisi Warsawa Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Antilockdown

AFP/JANEK SKARZYNSKI
Polisi mengelingi para demonstran yang melakukan aksi di Kota Warsawa, Polandia.

 

POLISI di Warsawa, Polandia, Sabtu (16/5), menggunakan gas air mata dalam menghadapi pengunjuk rasa yang menuntut pemerintah bertindak lebih cepat untuk memungkinkan bisnis dibuka kembali setelah penutupan terkait virus korona (covid-19).

Ratusan pemrotes berkumpul di Kota Tua Warsawa pada sore hari, membawa poster bertuliskan 'Kerja dan roti' dan 'Bisnis normal kembali'.

Polandia terus melonggarkan pembatasan dalam beberapa pekan terakhir dalam upaya untuk melindungi ekonomi. Salon dan restoran diperkirakan akan dibuka kembali dengan langkah-langkah keamanan baru pada Senin (18/5).

Baca juga: Warga Jerman Gelar Demonstrasi Covid-19

Namun para pemrotes, yang telah berkumpul di Warsawa berulang kali dalam beberapa pekan terakhir, mengatakan pembatasan perlu dicabut lebih lanjut agar mereka dapat meneruskan mata pencaharian mereka.

Polisi memblokade pawai yang direncanakan, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di Twitter pertemuan publik masih dilarang di bawah aturan pembatasan pemerintah.

"Sangat disayangkan terjadi agresi terhadap polisi. Karena serangan terhadap pegawai negeri sipil, kami menggunakan metode konfrontasi langsung seperti kekuatan fisik dan gas (air mata)," kata polisi Warsawa dalam sebuah cuitan.

Jacek Bury, seorang senator dan anggota kelompok oposisi utama Polandia, Civic Coalition, mengatakan ia ditahan polisi selama protes dan mereka menggunakan kekuatan terhadap dirinya.

Sebagai seorang senator, Bury memiliki kekebalan dari penuntutan karena ikut serta dalam protes dan melanggar pembatasan covid-19.

Polisi mengatakan di Twitter, mereka tidak menahan siapa pun yang memiliki kekebalan negara. Mereka menyebut Bury sendiri yang memasuki kendaraan polisi dan menolak keluar.

Pemerintah telah mengatakan beberapa pembatasan harus tetap diberlakukan untuk sementara waktu, untuk memastikan keamanan publik dan mencegah penyebaran virus.

Polandia telah mengonfirmasi 18.257 kasus covid-19 dengan 915 kematian. (Ahramonline/OL-1)

Baca Juga

LEO RAMIREZ / AFP

Tiongkok Bantah Pernyataan Menlu AS Soal Asal Covid-19 dari Wuhan

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 20 Januari 2021, 18:08 WIB
Tiongkok membantah pernyataan Menlu AS Mike Pompeo yang menyebut Covid-19 berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei...
AFP/Ozan Kose

AS Tuding Tiongkok Lakukan Genosida pada Muslim Uighur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:19 WIB
Di hari terakhir sebagai Menlu AS, Mike Pompeo menekankan bahwa tindakan buruk Tiongkok terhadap warga Uighur tidak boleh...
SAUL LOEB / AFP

YouTube Perpanjang Pemblokiran Akun Trump Selama Seminggu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:03 WIB
Donald Trump tidak diizinkan mengunggah video atau melakukan live streaming dalam akun YouTube pribadinya dalam beberapa waktu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya