Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri, Retno Marsudi, mengungkapkan terdapat 46 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di empat kapal berbendera Tiongkok. Rinciannya, Kapal Long Xin 629, Kapal Long Xin 605, Kapal Long Xin 606 dan Kapal Tian Yu 8.
15 ABK asal Indonesia diketahui bekerja di Kapal Long Xin 629, 8 ABK bekerja di Kapal Long Xin 605, 3 ABK bekerja di Kapal Tian Yu 8 dan 20 ABK bekerja di Kapal Long Xin 606.
"Sejak 14 April, KBRI Seoul menerima informasi mengenai Kapal Long Xin 605 dan Kapal Tian Yu 8 berbendera Tiongkok yang akan berlabuh di Busan, Mereka membawa ABK WNI dan informasi mengenai WNI yang meninggal dunia di kapal tersebut," jelas Retno dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/5).
Baca juga: Menteri Edhy Tindak Lanjuti Nasib WNI di Kapal Nelayan Tiongkok
Pihak KBRI, lanjut dia, mendapat informasi lebih rinci pada 23 April. Informasi itu berkaitan dengan Kapal Long Xin 605 dan Kapal Tian Yu 8 yang membawa 46 ABK WNI, serta sempat berlabuh di Busan, Korsel. "Dan saat ini telah berlayar ke Tiongkok," imbuh Retno.
Informasi lainnya ialah kedua kapal tersebut sempat tertahan, karena ada 35 ABK WNI yang tidak terdaftar di dua kapal tersebut. Sebanyak 15 ABK terdaftar di Kapal Long Xin 629 dan 20 ABK terdaftar di Kapal Long Xin 606. "Tetapi keduanya itu diangkut oleh dua kapal lainnya, yaitu di Kapal Long Xin 605 dan Kapal Tian Yu 8," jelasnya.
Baca juga: ABK WNI Diperbudak di Kapal Nelayan Tiongkok
Sehingga, 35 ABK WNI tidak terdaftar di kedua kapal yang berlabuh di Busan. Mereka tidak dianggap sebagai ABK oleh otoritas pelabuhan di Busan, namun dihitung sebagai penumpang. Adapun 15 ABK yang terdaftar di Kapal Long Xin 629 dapat diturunkan dari kapal atas dasar kemanusiaan.
"Saat ini sedang dikarantina di salah satu hotel di Busan selama 14 hari," lanjut Retno.
Dari 20 ABK yang terdaftar di Kapal Long Xin 602, 18 ABK di antaranya telah kembali ke Indonesia pada 3 Mei. Sementara itu, 2 ABK lainnya masih diproses pihak imigrasi Korea untuk dipulangkan ke Indonesia.
Baca juga: GP Ansor Kutuk Tindakan Perbudakan ABK WNI di Kapal Longxing
Pada 26 April, KBRI mendapat informasi bahwa seorang ABK dari 15 ABK yang bekerja di Kapal Long Xin 629 dengan inisial E mengalami sakit. Atas permintaan KBRI, pihak agen membawa yang bersangkutan ke pusat medical center. Pada 27 April, ABK tersebut dinyatakan meninggal di rumah sakit karena pneumonia.
Untuk ABK yang masih berada di Busan, yakni 14 orang, rencananya akan dipulangkan ke Tanah Air pada 8 Mei. "KBRI juga terus berkoordinasi untuk memfasilitasi kepulangan almarhum E, yang direncanakan juga dipulangkan pada 8 Mei," paparnya.
Sementara itu, 8 ABK yang terdaftar di Kapal Long Xin 605 dan 3 ABK di Kapal Tian yu 8 telah dipulangkan ke Indonesia pada 24 April.(OL-11)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Kemenlu RI tegaskan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza dan pembahasan Board of Peace (BoP) ditangguhkan. Simak alasan terkait eskalasi Timur Tengah.
Kemenlu RI konfirmasi 2 penerbangan Emirates dari Jakarta & Denpasar dialihkan akibat insiden drone di UEA. Simak kondisi terkini WNI di Dubai di sini.
Kemenlu RI tegaskan komitmen multilateralisme di seminar PBB ke-80. Indonesia dukung UN 80 Initiative untuk sistem PBB yang lebih efektif, inklusif, dan relevan.
Kemenlu RI pastikan keselamatan WNI di Iran usai serangan udara AS & Israel pada 28 Februari 2026. Simak hotline darurat KBRI Tehran dan situasi terkini di sana.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) nantinya sepenuhnya berada di bawah kendali nasional.
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved