Kamis 07 Mei 2020, 10:01 WIB

Tentara Bayaran Asal AS Ditangkap di Venezuela

Basuki Eka Purnama | Internasional
Tentara Bayaran Asal AS Ditangkap di Venezuela

AFP/Marcelo Garcia / Venezuelan Presidency
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menunjukkan paspor dua warga AS yang ditangkap karena menjadi bagian upaya invasi di negara itu.

 

PEMERINTAH Venezuela menegaskan akan mengadili dua warga Amerika Serikat (AS) yang ditangkap setelah militer Venezuela menggagalkan upaya sekelompok tentara bayaran menginvasi negara itu. Hal itu dikatakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Rabu (6/5).

Venezuela, Senin (4/5), mengumumkan bahwa mereka telah menangkan dua mantan prajurit pasukan khusus AS atas dugaan berusaha menggulingkan Maduro dalam operasi yang dibiayai kelompok oposisi.

"Mereka telah mengaku setelah tertangkap basah. Mereka akan diadili di pengadilan Veneziela dan prosesnya akan berlangsung adil," tegas Maduro.

Baca juga: Trump Veto Resolusi Kongres yang Batasi Wewenangnya di Iran

Maduro kemudian memastikan kedua warga AS yang diindetifikasi sebagai Luke Denman dan Airan Berry dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik.

Maduro kemudian menunjukkan paspor Denman, 34, dan Berry, 41 saat memberikan keterangan di siaran televisi.

Angkatan Darat AS mengonfirmasi bahwa keduanya adalah mantan anggota Baret Hijau yang ditugaskan di Irak.

Di AS, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menegaskan pemerintah AS akan berusaha sekuat tenaga untuk memulangkan keduanya.

Adapun Presiden AS Donald Trump membantah keterlibatan pemerintahannya dalam misi itu.

Namun, Rusia, sekutu Maduro, mengecam Trump dan menyebut penyangkalannya lemah dan tidak meyakinkan.

Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab, Senin (4/5), menuding pemimpin oposisi Juan Guaido telah menandatangani kontrak senilai US$212 juta dolar untuk mengontrak tentara bayaran untuk menggulingkan pemerintahan. Dana itu didapatkan Guaido dari dana yang disita pemerintah AS dari perusahaan minyak Venezuela PDVSA.

Denman dan Berry merupakan bagian dari 17 orang yang ditangkap tengah melakukan invasi di pantai Venezuela, 40 menit dari Caracas. Delapan orang lainnya tewas. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

Trump Tinggalkan 'Wasiat' untuk Biden

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:52 WIB
Trump tidak memasuki Oval Office tetapi meninggalkan pesan pada seorang ajudan sebelum meninggalkan kediaman eksekutif sekitar pukul 8...
AFP/Brendan Smialowski

Jelang Biden Dilantik, Mahmakah Agung AS Diancam Diledakkan

👤Widhoroso 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:32 WIB
Gedung Mahkamah Agung AS dapat ancaman bom....
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pabrik Tempe Pertama RI Resmi Dibangun di Tiongkok

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:01 WIB
Pabrik tempe tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Tiongkok yang dikatakan cukup besar untuk mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya