Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Longgarkan Lockdown, Prancis Batasi Perjalanan Internasional

Nur Aivanni
06/5/2020 11:26
Longgarkan Lockdown, Prancis Batasi Perjalanan Internasional
Seorang petugas menyemprotkan disinfektan di dalam sebuah bus di Paris, Prancis.(AFP/Thomas SAMSON)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Selasa (5/5), mengatakan warga Prancis harus menghabiskan liburan musim panas mereka di rumah karena perjalanan internasional dan perjalanan di Eropa mungkin harus dibatasi untuk mencegah gelombang baru pandemi covid-19.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kita bisa berlibur. Yang bisa saya katakan adalah kita akan membatasi perjalanan internasional utama, bahkan selama liburan musim panas," kata Macron saat berkunjung ke sebuah sekolah di pinggiran kota Paris.

Ia pun memperingatkan pertempuran melawan virus korona belum berakhir.

Baca juga: Air France Wajibkan Penumpang Kenakan Masker

"Virus itu masih ada. Kami telah memperlambatnya. Kami akan membuka tahap baru. Jika kita semua bertanggung jawab secara kolektif, saya yakin kita akan berhasil," katanya.

Sebagai bagian dari strategi negara untuk mencabut kurungan akibat pandemi, pemerintah meluncurkan peta kode warna, menunjukkan bagian yang berwarna merah, oranye, atau hijau tergantung pada penyebaran virus dan tekanan pada unit perawatan intensif.

Menyusul evaluasi situasi kesehatan masing-masing daerah, pihak berwenang, berdasarkan peta, akan dengan cepat mencabut tindakan penguncian di bagian yang berwarna hijau sambil tetap menjaga kewaspadaan tinggi pada mereka yang berwarna merah.

"Biarkan ini menjadi sangat jelas. Kami tahu bagaimana virus itu bergerak dan sangat berbahaya. Bagi seseorang yang renta dan agak tua, bahkan di zona hijau, situasinya sangat berbahaya," kata Macron.

"Ketika kita diklasifikasikan dalam warna hijau, kita mengatakan pada diri kita sendiri semuanya kembali normal, itu salah. Seluruh negara terlibat bersama dalam tahap ini. Ini adalah kewaspadaan yang sama, semangat tanggung jawab yang sama," tambahnya. (Xinhua/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya