Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (27/4), menyebut organisasinya telah mengeluarkan peringatan level tertinggi terkait covid-19 namun banyak negara yang mengabaikan hal itu.
Tedros menegaskan WHO telah menyatakan wabah virus korona itu sebagai 'Darurat Kesehatan yang Mengkhawatirkan Secara Internasional' pada 30 Januari ketika belum ada kematian dan hanya 82 kasus ditemukan di luar Tiongkok.
"Dunia seharusnya mendengarkan peringatan WHO," tegasnya.
Baca juga: Hari ini, Jumlah Infeksi Covid-19 di Dunia Lebih dari 2,9 Juta
WHO tengah menghadapi serangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang pada awal bulan ini menghentikan pendanaan untuk organisasi itu setelah menuding WHO tidak menganggap serius wabah covid-19 dan tunduk pada Tiongkok, lokasi pertama kemunculan wabah itu pada tahun lalu.
Adapun Trump tidak memberikan bukti yang mendukung tudingannya itu.
Tedros besikeras bahwa WHO telah mengeluarkan peringatan tegas sejak awal berdasarkan bukti ilmiah. Namun, dia mengakui bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak memiliki mandat untuk memaksa negara di dunia mematuhi peringatan mereka.
"Ketika WHO, pada 30 Januari, mengatakan bahwa virus korona merupakan peringatan level tertinggi, semua negara seharusnya menyiapkan segala kekuatan medis mereka," ujar Tedros.
"Saya rasa itu menunjukkan pentingnya mendengarkan peringatan dari WHO."
"Kami menyarankan agar dunia menjalankan pendekatan kesehatan publik yang komprehensif. Kami juga mengatakan lacak, tes, dan isolasi. Anda bisa melihat negara yang melakukan apa yang kami sarankan berada dalam posisi yang lebih baik. Itu fakta."
"Negara-negara di dunia bisa menerima atau menolak saran kami. Mereka bertanggung jawab atas keputusan mereka masing-masning," imbuhnya.
Pandemi covid-19 telah menewaskan lebih dari 296 ribu orang di dunia dan menginfeksi hampir 3 juta orang pada Senin (27/4).
AS menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi yaitu hampir 55 ribu orang dengan kasus postif hampir 1 juta. (AFP/OL-1)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved