Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kelompok Anti-Lockdown AS Berunjuk Rasa di Depan Gedung Parlemen

Deri Dahuri
21/4/2020 14:03
Kelompok Anti-Lockdown AS Berunjuk Rasa di Depan Gedung Parlemen
Kelompok demonstran anti-lockdown berunjuk rasa di depan gedung parlemen di Negara Bagian Pennsylvania, AS, Senin (20/4).(AFP / Nicholas Kamm)

SUARA klakson dari sejumlah mobil yang tak henti-hentinya berbunyi. Tak hanya itu, mobil-mobil itu bergerak mengitari Gedung Parlemen di Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), Senin (20/4) waktu setempat.

Keriuhan yang juga dihadiri ratusan orang yang membawa poster tersebut adalah aksi unjuk rasa sekelompok warga ‘Negeri Paman Sam’ yang menolak pemberlakukan confinement atau lockdown sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus korona.  

Para demonstran anti-lockdown itu menggelar aksi selama tiga jam. Dalam aksi tersebut, sejumlah kendaraan truk membawa bendera nasional AS dan membawa poster yang bertuliskan “Berlindung di tempat bukanlah bentuk kebebasan!”   

Para demonstran di Kota Harrisburg, ibu kota Negara Bagian Pennsylvania, menolak  pembelakuan lockdown yang hanya demi mencegah pandemi virus korona atau Covid-19. Mereka menilai lockdown telah mengancam kebebasan ekonomi. Aksi serupa juga terjadi di beberapa tempat di Pennysylvania yang mendukung pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam Twitter-nya pekan lalu.

Baca juga AS Laporkan 1.433 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Dari kalangan demonstran anti-lockdown, terdapat trio bersaudara yang dikenal sebagai aktivis kelompok pro-kepemilikan senjata (pro-gun) dari kalangan konservatif. Tiga aktivis tersebut dikenal sebagai ‘penghasut’ yang mengajak masyarakat AS menolak karantina di seluruh wilayah AS.   

Namun kelompok anti-lockdown tersebut jumlahnya bukan mayoritas. Justru jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat  AS mendukung seruan stay at home untuk memerangi Covid-19.   

Bersamaan dengan unjuk rasa dengan menggunakan kendaraan, ratusan demonstran tanpa memakai masker dan dengan mengabaikan terpapar virus korona berkerumun di tangga Gedung Perlemen. Mereka membawa sejumlah poster yang mengecam penerapan lockdown yang telah menyebabkan ekonomi goyah.

Tak hanya itu, para demonstran pro-Trump itu mengecam kebijakan Gubernur Negara Bagian Pennsylvania, Tom Wolf, terkait upaya pencegahan pandemi Covid-19. Demonstran menuduh Wolf dari Partai Republik berambisi merebut kekuasaan dengan penerapan  kebijakan  untuk menekan penyebaran virus korona.           

Di antara para demonstran turut hadir anggota parlemen dari Partai Republik. Anggota parlemen dari Negara Bagian Pennsylvania  Aaron Bernstine mengatakan, "Kondisi normal kita yang baru tidak berarti kita harus mengorbankan kebebasan kita hanya demi keselamatan negara kita.”

Di sisi lain, di Negara Bagian Pennsylvania, kini tercatat lebih dari 33 ribu orang positif terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 1.300 meninggal dunia akibat Covid-19.  

Kendati para demonstran anti-lockdown mendatangi gedung-gedung pemerintah di sejumlah negara bagian di AS untuk mengungkapkan aspiriasinya, tetapi jumlah mereka hanya sebagian kecil dari masyarakat AS yang pro-lockdown. Jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei Quinnipiac menyatakan lebih dari 80% mendukung stay at home.  

Dari kalangan politsi, jajak pendapat menunjukkan bahwa hampir 70% dari Partai Republik dan 95% dari Partai Demokrat mendukung langkah kebijakan stay at home atau confinement. (AFP/OL-09)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya