Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Prancis Mulai Kendalikan Pandemi

Nur Aivanni
21/4/2020 01:40
Prancis Mulai Kendalikan Pandemi
(AFP)

PERDANA Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan bahwa Prancis mulai mengalahkan virus korona atau covid-19 ketika jumlah korban meninggal akibat wabah itu mendekati 20.000 pada Minggu (19/4), dan pasien rawat inap yang baru terus menurun perlahan.

Seperti dikutip dari France24, negara tersebut melaporkan 395 kematian akibat covid-19 dalam 24 jam terakhir, kata pemerintah, sehingga total menjadi 19.718. Dari 395 kematian, 227 tercatat di rumah sakit, jumlah terendah sejak 23 Maret.

Tanda positif lainnya, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit turun untuk hari kelima berturut-turut menjadi 30.610. “Ada 5.744 orang dalam perawatan intensif,” kata pejabat kesehatan Jerome Salomon, 89 lebih sedikit pada hari ke-11 penurunan berturut-turut.

“Kami mencetak poin melawan wabah,” kata Perdana Menteri Edouard Philippe. “Situasi membaik secara bertahap, perlahan, tapi pasti dan wabah melambat,” tambahnya.

Namun, Ia pun memperingatkan bahwa mencabut pembatasan terlalu cepat berisiko melepaskan gelombang kedua dari wabah tersebut.

Kabar baik juga berembus di Italia yang melaporkan 433 kematian baru dalam kasus covid-19, lebih rendah dari hari sebelumnya. Total kematian menjadi 23.660 dan trennya terus melambat.

Menurut data Departemen Perlindungan Sipil Italia, infeksi saat ini tumbuh 0,4% dari Sabtu--lebih rendah dari hari sebelumnya-- mencapai 108.257.

Pemulihan telah meningkat menjadi 47.055, sementara jumlah pasien dalam perawatan intensif telah menurun selama lebih dari dua minggu, mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan negara yang sedang berjuang. Setelah bertemu dengan para gubernur, PM Italia Giuseppe Conte akan memberikan garis besar yang jelas dalam beberapa hari ke depan tentang bagaimana pemerintah bermaksud untuk mulai menghapus lockdown nasional.


Di bawah 45 tahun

Seperti dikutip kantor berita Sputnik berdasarkan pernyataan dari pusat tanggap covid-19 nasional, Senin (20/4), Rusia telah mendaftarkan 4.268 kasus covid-19 selama 24 jam terakhir, meningkatkan totalnya menjadi 47.121.

“Selama 24 jam terakhir, 4.268 kasus covid- 19 telah terdaftar di 76 wilayah. Dari jumlah tersebut, 1.935 (atau 45,3%) telah terdeteksi secara aktif ialah mereka yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis,” ujar pusat tanggap dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, Rusia mengonfirmasi 47.121  kasus covid-19 di 85 wilayah. “Hampir setengah dari pasien baru di Moskow ber usia di bawah 45 tahun,” kata pusat tanggap covid-19 di ibu kota Rusia itu.

“44% dari pasien baru berusia antara 18 dan 45 tahun, 36% berusia antara 46 dan 65 tahun, 10% ber usia antara 66 dan 79 tahun, dan 5,5% lebih tua dari 80 tahun, sebanyak 4,5% merupakan anak-anak,” terang pusat tanggap dalam sebuah pernyataan.

Korban tewas covid-19 di negara itu meningkat 44 hingga 405 orang selama 24 jam terakhir. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) telah melaporkan penambahan 1.426 kasus baru infeksi virus korona pada Senin (20/4).  Peningkatan ini menjadikan total kasus di negara kota yang dikonfirmasi menjadi 8.014. “Dari kasus-kasus baru, sebagian besar ialah pemegang izin kerja yang tinggal di
asrama pekerja asing,” kata MOH. (France24/Xinhua/CNA/Bernama/AA/Hym/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya