Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Prancis akan Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Tenaga Medis

Haufan Hasyim Salengke
16/4/2020 05:54
Prancis akan Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Tenaga Medis
Sejumlah pekerja medis di RS Georges Pompidou, Paris, Prancis membalas tepuk tangan dari warga di depan RS itu.(AFP/Martin BUREAU)

PERDANA Menteri Prancis Edouard Philippe, Rabu (15/4), mengatakan staf layanan kesehatan yang bekerja di daerah yang paling terkena dampak virus korona baru (covid-19) akan menerima bonus 1.500 euro (sekitar Rp26 juta) serta gaji yang lebih tinggi dari biasanya untuk jam tambahan mereka.

Philippe berbicara setelah pertemuan kabinet memutuskan paket penyelamatan sebesar 110 miliar euro untuk mendukung ekonomi melewati krisis covid-19.

Prancis, untuk hari keenam berturut-turut, menyaksikan penurunan jumlah pasien virus korona dalam perawatan intensif. Namun, pandemi ‘masih sangat aktif’, kata kepala kesehatan negara itu.

Baca juga: Kasus Covid-19 yang Dirawat di RS Prancis Turun

Direktur Jenderal Kesehatan Prancis Jerome Salomon membenarkan negara itu ‘telah menapaki dataran tinggi atau masa stabil selama beberapa hari sekarang'. Tetapi, ia memperingatkan wabah covid-19 tetap sangat aktif.

Dalam briefing hariannya, Salomon mengungkapkan 541 kematian di rumah sakit telah dicatat dalam 24 jam terakhir.

Angka itu naik dari 335 dari 315 yang direkam selama dua hari sebelumnya, tetapi mengikuti pola yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Angka harian itu belum termasuk kematian di rumah perawatan lansia, tetapi jumlah total kematian di rumah sakit sekarang 10.129 jiwa sementara kematian yang tercatat di rumah perawatan berjumlah 5.600 orang, menjadikan angka keseluruhan 15.729 korban meninggal.

Prancis adalah salah satu dari sedikit negara di Eropa yang memasukkan kematian di panti jompo dalam statistik resminya. Spanyol, Italia, dan Inggris hanya menghitung kematian di rumah sakit dalam jumlah korban resmi virus korona mereka.

Sekali lagi, jumlah total pasien dalam perawatan intensif turun, berkurang 91 dari hari sebelumnya menandai penurunan keenam berturut-turut. Para ahli mengatakan angka ini sangat penting karena memberikan indikator untuk hari-hari mendatang.

Perkembangan baik itu membuat Prancis mulai berbicara tentang kemungkinan mencabut aturan penguncian wilayah (lockdown) yang ketat.

Presiden Emmanuel Macron, Senin (13/4) malam mengatakan, dalam pidato yang disiarkan secara nasional, lockdown akan diperpanjang hingga 11 Mei.

Tetapi dia juga menyusun peta jalan untuk pembukaan kembali sekolah dan bisnis secara bertahap, jika situasi kesehatan terus membaik dan orang-orang terus mematuhi aturan lockdown. (France24/The Local/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya