Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Karantina Selamatkan Hotel-Hotel di Arab Saudi

Basuki Eka Purnama
13/4/2020 10:45
Karantina Selamatkan Hotel-Hotel di Arab Saudi
Tamu meninggalkan sebuah hotel di Riyadh, Arab Saudi.(AFP/FAYEZ NURELDINE)

PEMERINTAH Arab Saudi mengarantina ribuan orang di hotel, termasuk hotel-hotel mewah, untuk memerangi covid-19. Hal itu menyelamatkan industri perhotelan yang kewalahan karena pembatasan perjalanan akibat pandemi itu.

Dihadapkan dengan hampir 4.500 kasus covid-19, tertinggi di kawasan Teluk, Arab Saudi menghentikan perjalanan udara, me-lockdwon kota-kota, dan memberlakukan jam malam yang menghantam sektor pariwisata.

Namun, pemerintah mengompensasi hal itu dengan menggelontorkan dana jutaan dolar dengan mengarantina ribuan pelancong dari luar negeri dan mereka yang melakukan kontak dengan pasien covid-19 ke hotel-hotel di berbagai wilayah kerajaan itu.

Baca juga: Lagu The Beatles Jadi Pemompa Semangat Tim Medis di New York

Salah satu hotel bintang empat yang memiliki 100 kamar lebih di Riyadh hanya memiliki lima tamu pada pertengahan Maret sebelum pemerintah Arab Saudi menawarkan dana sebesar 4 juta riyal atau sekitar Rp16,8 miliar per bulan untuk menjadikan hotel itu sebagai fasilitas karantina.

Hotel yang satu grup dengan hotel itu namun memiliki kapasitas lebih besar mendapat bayaran 6 juta riyal atau Rp25,2 miliar.

"Ini lebih baik ketimbang menjalankan hotel yang kosong," ujar seorang sumber.

"Sebelumnya, para staf sudah siap di-PHK, dipangkas gajinya 50%, atau disuruh cuti tanpa bayaran," imbuh sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Kini, hotel-hotel di Arab Saudi berlomba mendapatkan kontrak dari pemerintah untuk menjadi fasilitas karantina meski hal itu bisa berdampak buruk di masa depan hotel itu karena dikaitkan dengan covid-19.

Lebih dari 1.900 kamar di berbagai hotel di Riyadh telah dikontrak untuk karantina. Begitu juga dengan 2.800 kamar di Meka, dan 1.900 kamar di wilayah timur Arab Saudi.

Pekan ini, pemerintah mengatakan 11 ribu kamar telah disiapkan untuk menampung warga Arab Saudi yang terlantar di luar negeri.

Pelatih sepak bola Abdulhakeem al-Tuwaijri mengatakan karantina yang dijalankannya di sebuah hotel di Mekah lebih baik ketimbang hotel bintang lima di Eropa.

Al-Tuwaijri harus menjalani karantina karena sebelumnya berada di Barcelona untuk menjalani pelatihan sepak bola.

"Saya merasa bak sedang berlibur," ungkapnya. (AFP/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya