Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA OPEC dan sekutu sepakat untuk memangkas lebih dari seperlima produksi untuk mengatasi turunnya permintaan yang disebabkan pandemi virus korona (covid-19).
Kelompok itu menyatakan segera memangkas produksi minyak pada Mei dan Juni sebesar 10 juta barel demi mendongkrak harga. Pemangkasan kemudian akan berkurang secara bertahap sampai April 2022.
OPEC+, yang terdiri dari produsen OPEC dan sekutu termasuk Rusia, mengadakan pembicaraan pada Kamis (9/4) ini melalui telekonferensi. Perundingan berjalan rumit karena perselisihan antara Rusia dan Arab Saudi.
Baca juga: Virus Korona Kian Ekspansif, Harga Minyak Terus Turun
OPEC dan sekutu sepakat untuk memotong 10 juta barel atau 10% dari pasokan global. Sementara 5 juta barel lainnya diperkirakan berasal dari pemangkasan negara lain.
Pemangkasan akan berkurang menjadi 8 juta barel per hari antara Juli dan Desember. Kemudian akan dipangkas kembali menjadi 6 juta barel antara Januari 2021 dan April 2022.
Pada Maret lalu, harga minyak anjlok setelah OPEC+ gagal menyetujui pemangkasan produksi. Setelah pertemuan Maret, Arab Saudi dan Rusia bergerak untuk meningkatkan produksi dengan tujuan mempertahankan pangsa pasar di tengah lesunya permintaan global.
Baca juga: Trump: Rusia-Saudi Berpotensi Pangkas Produksi Minyak
Pembicaraan pada Kamis ini akan dilanjutkan dengan konferensi lainnya pada Jumat (10/4) waktu setempat. Dalam hal ini melibatkan menteri energi dari negara-negara G20, dan akan diselenggarakan Arab Saudi.
Kirill Dmitriev, kepala dana investasi Rusia dan salah satu negosiator minyak top Moskow, berharap produsen lain di luar klub OPEC+ bergabung dengan keputusan tersebut, yang mungkin berlaku selama pertemuan G20.
Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) belum berkomitmen pada pengurangan produksi minyak. Meski Washington mengklaim produksi minyak secara bertahap berkurang akibat harga minyak dunia terpuruk. Presiden AS, Donald Trump, telah memperingatkan Saudi bahwa AS akan menjatuhkan sanksi, jika monarki tidak memangkas produksi minyaknya.(BBC/OL-11)
Pasca-COP30, Indonesia dan Brasil perlu memperkuat poros kepemimpinan Global South melalui diplomasi aktif.
Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memperoleh miliaran dolar, bahkan kemungkinan triliunan dolar, dari penjualan minyak Venezuela.
Donald Trump mengeklaim Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS menyusul operasi militer Washington dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump menuntut otoritas sementara Venezuela menyerahkan hingga 50 juta barel minyak. China dan Rusia kecam langkah AS sebagai pelanggaran kedaulatan.
Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam klaim Donald Trump terkait "pencurian" aset AS. Maduro menyebut Washington tengah menjalankan diplomasi barbarisme.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap enam kapal pembawa minyak Venezuela dan keluarga Presiden Nicolás Maduro, sehari setelah penyitaan tanker Skipper.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved