Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kasus Covid-19 di Arab Saudi Bisa Capai 200 Ribu

Antara
08/4/2020 08:27
Kasus Covid-19 di Arab Saudi Bisa Capai 200 Ribu
Seorang warga diperiksa suhu tubuhnya di sebuah klinik di Mekah, Arab Saudi.(AFP/BANDAR ALDANDANI)

CORONAVIRUS Disease 2019 (covid-19) dapat menginfeksi 10 ribu hingga 200 ribu orang di Arab Saudi. Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah, Selasa (7/4).

Al-Rabiah mendesak publik untuk lebih mematuhi arahan negara tentang pembatasan pergerakan.

Negara berpenduduk sekitar 30 juta sejauh ini melaporkan 2.795 kasus dan 41 kematian, tertinggi di antara enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), meskipun Arab Saudi telah menghentikan semua penerbangan penumpang, menangguhkan sebagian besar kegiatan komersial, dan memberlakukan jam malam 24 jam di kota-kota besar, termasuk di ibu kota Riyadh.

Baca juga: WHO Sebut Korut Terus Lakukan Tes Covid-19 dan Karantina

"Kami berdiri hari ini di saat yang menentukan sebagai masyarakat dalam meningkatkan rasa tanggung jawab kami dan berkontribusi bersama dengan tekad untuk menghentikan penyebaran pandemi ini," kata Al-Rabiah dalam pidato yang ditayangkan di televisi.

Empat studi oleh para ahli penyakit menular menunjukkan jumlah kasus covid-19 di Arab Saudi kemungkinan akan mencapai antara 10 ribu dan 200 ribu dalam beberapa minggu mendatang. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 1,3 juta orang di seluruh dunia.

Al-Rabiah mengatakan jam malam selama 24 jam yang diberlakukan pada Senin (6/4) malam, diperlukan karena beberapa orang tidak menganggap serius bahaya infeksi dengan tetap meninggalkan rumah mereka dan berkumpul dalam kelompok. Lalu lintas jalan pun hanya turun hampir 50%.

Kementerian dalam negeri selanjutnya mengedepankan jam malam di semua area yang belum ditutup 24 jam menjadi pukul 15.00 hingga 19.00 malam.

Meskipun ada pembatasan baru, banyak orang masih beraktivitas pada Selasa (7/4) pagi di Riyadh.

Al-Rabiah mengatakan menjaga infeksi pada tingkat saat ini selama 4-12 bulan akan memberi Arab Saudi lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mencegah virus membanjiri sistem kesehatan, seperti yang terjadi di negara lain.

Raja Salman menyetujui alokasi dana 7 miliar riyal untuk kementerian kesehatan guna memerangi penyakit ini dan 32 miliar lainnya dapat dicairkan sebelum akhir tahun.

Al-Rabiyah mengatakan menteri ekonomi dan perencanaan nanti akan berbicara tentang keputusan baru untuk memerangi dampak epidemi terhadap ekonomi Saudi, yang terbesar di dunia Arab. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya