Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pandemi Covid-19, RS New York Bersiap untuk yang Terburuk

Nur Aivanni
01/4/2020 10:09
Pandemi Covid-19, RS New York Bersiap untuk yang Terburuk
Paramedis membawa pasien ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.(AFP/Angela Weiss)

PESATNYA peningkatan rawat inap dan sistem kesehatan yang hampir mencapai kapasitasnya, menyebabkan dokter asal New York Shamit Patel bersiap menghadapi yang terburuk dalam beberapa hari ke depan, sambil berharap ia tidak harus mulai memilih pasien virus korona mana yang akan dirawat.

Sepuluh hari yang lalu, hanya setengah dari pasien internis berusia 46 tahun di Beth Israel, salah satu rumah sakit Mount Sinai di Manhattan, menderita Covid-19. Pekan lalu, 85% hingga 90% pasiennya menderita penyakit itu.

"Kami sudah berhenti memeriksa pasien biasa," katanya kepada AFP melalui konferensi video, seperti dikutip dari France24, Rabu (1/4). "Rumah sakit ini penuh dengan pasien virus korona."

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Covid-19 di AS Lampaui Tiongkok

"Kami belum kelebihan kapasitas, tetapi kami memproyeksikannya melampaui kapasitas," katanya.

Ia pun menambahkan rumah sakit telah merencanakan dengan baik.

Gelombang pasien virus korona di Beth Israel berhubungan dengan yang membanjiri Kota New York, yang mencapai dari 463 kasus yang dikonfirmasi dua minggu lalu menjadi 36 ribu pada Senin (30/3).

"Puncaknya bisa di mana saja dari akhir minggu ini hingga sekitar minggu depan," kata Patel.

Di bawah tekanan yang ekstrem selama dua minggu terakhir, Patel bersiap untuk yang terburuk.

Baginya, bagian yang terburuk adalah situasi yang serupa dengan yang terjadi di daerah-daerah tertentu di Italia yang sistem kesehatannya begitu kewalahan sehingga tidak dapat lagi merawat semua pasien.

"Anda harus sedikit lebih cepat dalam melihat, menilai, dan mendapatkan rencana perawatan untuk setiap pasien," kata Patel memperkirakan.

Selain keterbatasan tenaga kesehatan, Patel khawatir tentang kemungkinan kekurangan peralatan, terutama ventilator.

Gubernur New York Andrew Cuomo dan Wali Kota New York City Bill de Blasio setiap hari berbicara tentang perlunya alat itu.

"Jika Anda mendapatkan lonjakan pasien dan Anda hanya memiliki jumlah ventilator yang terbatas, tidak semua pasien akan dapat. Dan Anda harus mulai memilih dan memilih," katanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya