Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MELEDAKNYA kasus penularan Covid-19 membuat kebutuhan terhadap alat tes pendeteksi meningkat pesat. Lebih dari 100 perusahaan Tiongkok menjual alat-alat tes tersebut ke Eropa. Namun, sebagian besar bahkan belum mendapat izin dijual di Tiongkok.
"Saya tidak terpikir mengajukan persetujuan (izin) di Tiongkok. Permohonannya perlu waktu terlalu lama. Jangan-jangan saya baru dapat persetujuannya saat wabah sudah berakhir," tutur Zhang Shuwen, pendiri produk bio Nanjing Liming, seperti dilansir South Morning Post, Senin (30/3).
Zhang mengaku, Februari lalu, ia menawarkan empat produk alat tes kepada Uni Eropa. Kemudian, mendapat akreditasi CE resmi pada Maret. Artinya, produk Nanjing Liming sudah dinilai memenuhi standar kesehatan, lingkungan, dan keamanan yang diterapkan regulator setempat.
Baca juga: Tiongkok Terus Pasok Alat Tes Virus Korona
Saat ini, Zhang sudah membukukan pesanan dari Italia, Spanyol, Austria, Hongaria, Prancis, Iran, Aran Saudi, Jepang, dan Korea Selatan. Permintaan masih terus berdatangan.
"Kami mendapatkan begitu banyak pesanan sehingga harus bekerja sampai pukul 9 malam, tujuh hari seminggu. Kami sedang mempertimbangkan beroperasi 24 jam dengan mengatur jam kerja pekerja dalam tiga sif," ungkap Zhang.
Secara global diperkirakan lebih dari 3 miliar penduduk dalam isolasi akibat pandemi Covid-19. Angka kematian tercatat sudah melampaui 30 ribu orang. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved