Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Tenaga Medis di AS Mulai Keluhkan Minimnya Alat Pelindung Diri

Deri Dahuri
28/3/2020 14:09
Tenaga Medis di AS Mulai Keluhkan Minimnya Alat Pelindung Diri
Petugas media yang bekerja di Rumah Sakit Elmhurst, New York, AS.(AFP/File/Angela Weiss)

TENAGA medis yang berjuang menangani pasien yang terinfeksi virus korona atau Covid-19 mulai melontarkan kekecewaaan. Di New York, Amerika Serikat (AS), tenaga medis yang bekerja berjam-jam mengeluh kekurangal alat pelindung diri.

Dengan keterbatasan alat pelindung diri (APD), mereka yang berjuang mengatasi pasien Covid-19 rentan terinfeksi virus.  

Dengan jam kerja yang melampaui batas, para dokter dan perawat yang barisan depan merawat pasien Covid-memiliki risiko tinggi terpapar  virus Covid-19.

Dalam pekan ini, ‘Negeri Paman Sam’ telah menjadi episentrum baru pandemi Covid-19. Laporan tebaru di AS tercatat lebih dari 100 ribu kasus positif Covid-19. Tak hanya itu, lebih dari 1.500 orang meninggal akibat Covid-19 di negara yang dipimpin Presiden Donald Trump tersebut.

Kious Kelly, seorang menajer perawat di sebuah rumah sakit Manhattan adalah korban yang meninggal akibat terinfeksi virus Covid-19.

Kematian perawat berusia 48 tahun itu telah membuat kekhawatiran para petugas medis yang tak memiliki alat pelindung diri yang memada mulai dri pakaian pelindung dari plastik dan masker standar rumah sakit.

“Ini mengkhawatirkan,” kata Andrew, dokter psikiater yang beerja di sebuah rumah sakit di New York, AS, tak mau ditulis namanya secara lengkap. Andrew sekarang dikaratina di rumahnya karena diduga terpapar Covid-19.

"Tidak memiliki dana cukup, alat tes memadai, alat pelindung yang baik bagi mereka yang berhaapan dengan Covid-19 bukan hanya dokter tetapi perawat, tetapi semua orang yang berada di rumah sakit,” jelas Andrew kepada AFP. (AFP/OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya