Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat kini memiliki lebih dari 100 ribu kasus virus korona. Hal itu diungkapkan dalam data yang dilansir Johns Hopkins University, Jumat (27/3).
Saat ini, di 'Negeri Paman Sam' itu adalah 100.717 kasus dengan 1.544 kematian per Jumat (27/3) pukul 22.00 GMT atau Sabtu (28/3) pukul 05.00 WIB.
Kluster terbesar virus korona di AS ditemukan di New York tempat setengah dari kasus itu terjadi.
Baca juga: Hadapi Covid-19, Trump Tanda Tangani Paket Stimulus US$2 Triliun
AS, kini, memiliki 15 ribu kasus lebih banyak ketimbang negara yang berada di urutan kedua, Italia, dan lebih banyak 20 ribu kasus dari Tiongkok, tempat kasus itu pertama kali ditemukan.
Angka kematian di AS berpeluang terus meningkat karena sejumlah kota dan negara bagian kini kewalahan menghadapi pandemi virus korona karena kekurangan tempat tidur di rumah sakit, alat perlindungan diri, dan ventilator. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved