Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN senjata api meningkat di Amerika Serikat (AS) dalam dua pekan terakhir ketika wabah virus korona (Covid-19) makin memburuk. Warga menimbun senjata dan amunisi karena khawatir pandemi tersebut dapat menyebabkan kerusuhan sosial.
"Kami mengalami peningkatan penjualan sekitar 800%," kata David Stone, pemilik Dong's Guns, Ammo and Reloading di Tulsa, Oklahoma.
"Saya masih belum kehabisan kaliber, namun stok hampir kosong," imbuhnya dilansir dari Channel News Asia, Kamis (26/3).
Baca juga: Kasus Covid-19 di AS Terbanyak di Dunia
Stone menambahkan mayoritas pelanggan membeli senjata api dan amunisi sebanyak-banyaknya. Menurut dia, panic buying ini merupakan ketakutan akan virus korona.
"Saya sendiri tidak memahaminya dan saya pikir itu tidak masuk akal," ujar dia.
Tidak hanya Stone, beberapa pemilik toko senjata lain di seluruh AS juga mengatakan melihat lonjakan penjualan. Menurut mereka, masyarakat takut tatanan sosial akan terurai jika krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan Covid-19 meningkat.
Tiffany Teasdale, pemilik Lynnwood Gun di Washington mengatakan penjualan besar terlihat saat pelanggan berbaris satu jam sebelum toko dibuka.
"Kami dulu menjual 20 hingga 25 senjata hanya pada 'hari sibuk'. Namun, hari ini kita melihat lebih dari 150 senjata terjual," terangnya.
Teasdale mengatakan senapan tidak memadai untuk seluruh negeri. Para pelanggan juga membeli amunisi untuk pistol.
Dia menuturkan seorang pelanggan yang datang ke tokonya pernah bercerita memutuskan mempersenjatai diri setelah menyaksikan dua perempuan berebut air botolan terakhir di sebuah toko.
"Para pelanggan kami juga takut karena penegak hukum diberitahu untuk tidak merespons sebab kekurangan staf. Jadi banyak orang takut jika ada orang yang masuk rumah mereka untuk mencuri uang tunai, kertas toilet, air botolan, dan makanan mereka," pungkasnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mengatakan kemungkinan AS menjadi salah satu negara episentrum virus di benua tersebut. Namun, mereka juga menambahkan jika lockdown saja tidak cukup atasi korona.
Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang patut dilakukan saat ini selain lockdown adalah memperkuat langkah-langkah pengujian dan perawatan.
Saat ini, korban terinfeksi virus korona di dunia mencapai 532.684 jiwa. Sementara korban meninggal sebanyak 24.054 jiwa dan pasien yang berhasil disembuhkan 122.193 orang. AS kini menjadi negara tertinggi dengan infeksi korona yang mencapai 85.486 orang. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved