Senin 23 Maret 2020, 08:56 WIB

Antisipasi Tertular Covid-19, Merkel Swakarantina

Willy Haryono | Internasional
Antisipasi Tertular Covid-19, Merkel Swakarantina

AFP/Aris Oikonomou
Kanselir Jerman Angela Merkel

 

KANSELIR Jerman Angela Merkel mengisolasi diri sendiri usai bertemu dengan seorang dokter yang dinyatakan positif mengidap penyakit virus korona (Covid-19). Merkel bertemu dokter tersebut untuk menerima vaksinasi pencegahan infeksi virus.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengumumkan Merkel memutuskan melakukan swakarantina, sekitar dua hari usai bertemu dokter tersebut. Ia mengatakan, Merkel tetap bekerja dari rumah sembari menjalani tes rutin.

"Bahkan dari karantina domestik pun, Kanselir akan tetap melanjutkan pekerjaannya," kata Seibert, menurut laporan kantor berita DW, Minggu (22/3).

Baca juga: Pertemuan Lebih dari 2 Orang Dilarang di Jerman

Pengumuman mengenai isolasi diri muncul usai Merkel mengumumkan rangkaian aturan baru dalam menekan penyebaran Covid-19 di seantero Jerman. Salah satu aturan itu adalah larangan menggelar pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang.

"Interaksi sosial secara langsung berbahaya untuk saat ini," ujar pemimpin negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet.

Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah Jerman telah bersama-sama menyepakati aturan ketat ini.

Keputusan melarang pertemuan di atas dua orang diambil usai pertemuan antara Merkel dan 16 pemimpin negara bagian. Terdapat pengecualian untuk pertemuan antarkeluarga inti atau mengenai upaya pengendalian pandemi Covid-19.

Merkel menekankan bahwa semua orang di Jerman saat ini harus tetap berada di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, Merkel mendorong agar warga menjaga jarak antara satu sama lain, minimal 1,5 meter.

Sejumlah laporan mengatakan larangan terbaru ini merupakan keputusan Merkel yang tidak ingin menerapkan lockdown seperti di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Italia dan Spanyol.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, Senin (23/3), jumlah kasus Covid-19 di Jerman telah melampaui 23 ribu. Sementara angka kematiannya mencapai 92, dengan jumlah pasien sembuh menyentuh angka 266. (OL-1)

Baca Juga

dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...
arabnews.com

Rusia Evakuasi 3.000 Rakyatnya di Krimea, Ukraina Bergembira

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 09:44 WIB
Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan penyabotase atas ledakan di gudang militer di Krimea utara. Atas kejadian yang Moskow mengevakuasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya