Senin 23 Maret 2020, 07:32 WIB

Pertemuan Lebih dari 2 Orang Dilarang di Jerman

Willy Haryono | Internasional
Pertemuan Lebih dari 2 Orang Dilarang di Jerman

AFP/Getty Images/PATRICK HERTZOG
Petugas memeriksa setiap pengendara kendaraan di tengah pandemi Covid-19 di Jerman.

 

JERMAN melarang pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang kecuali jika itu berlangsung antarkeluarga inti atau mengenai upaya pengendalian virus korona (Covid-19). Larangan diterapkan demi memperlambat penyebaran virus tersebut di seantero Jerman.

"Interaksi sosial secara langsung berbahaya untuk saat ini," ujar pemimpin negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet. Dikutip dari Guardian, ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah Jerman telah bersama-sama menyepakati aturan ketat itu.

Keputusan melarang pertemuan di atas dua orang diambil usai pertemuan antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan 16 pemimpin negara bagian.

Merkel menekankan bahwa semua orang di Jerman saat ini harus tetap berada di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, Merkel mendorong agar warga menjaga jarak antar satu sama lain, minimal 1,5 meter.

Baca juga: WHO: Pasca Lockdown, Negara Harus Cegah Virus Tidak Muncul Lagi

Sejumlah laporan mengatakan larangan terbaru ini merupakan keputusan Merkel yang tidak ingin menerapkan lockdown seperti di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Italia dan Spanyol.

Menurut laporan media Bild, Merkel mengestimasi sekitar 60 hingga 70% warga Jerman berpotensi terjangkit virus korona jika langkah-langkah pencegahan tidak segera dilakukan.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, Senin (23/3), jumlah kasus Covid-19 di Jerman telah melampaui 23 ribu. Sementara angka kematiannya mencapai 92, dengan jumlah pasien sembuh menyentuh angka 266.

Eropa merupakan pusat pandemi Covid-19 setelah virus tersebut pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada awal 2019.

Italia menjadi negara terparah dilanda Covid-19 di Eropa, dengan jumlah kasus melampaui 59 ribu, 5.476 kematian, dan 7.024 pasien sembuh.

Amerika Serikat berada satu peringkat di bawah Jerman dengan lebih dari 33 ribu kasus Covid-19. Sementara jumlah korban Covid-19 di seantero AS mencapai 417, dan pasien sembuh 178.

Covid-19 kini telah menyebar ke 171 negara di semua benua. Tiongkok terus memperlihatkan tren penurunan jumlah kasus dan kematian, sementara lonjakan terjadi di Eropa dan juga beberapa negara lain di benua Amerika, Asia, dan Afrika. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Malaysia Catat 179 Kasus Covid-19 Baru, 90 Lainnya Pulih

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:27 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan ada 179 kasus covid-19 baru yang dilaporkan siang hari ini, Minggu (5/4), meningkatkan angka...
Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...
MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya