Kamis 05 Maret 2020, 08:27 WIB

Korban Tewas Akibat Virus Korona di Italia Tembus Angka 100

Whisnu Mardiansyah | Internasional
Korban Tewas Akibat Virus Korona di Italia Tembus Angka 100

AFP/Miguel MEDINA
Dua warga disambut seorang petugas kesehatan di depan tenda darurat yang berada di depan rumah sakit Cremona, Italia.

 

KORBAN tewas pasien terjangkit virus korona di Italia terus bertambah. Berdasarkan catatan Badan Otoritas Perlindungan Sipil Italia, angka kematian mencapai 107 orang.

Dengan melonjaknya angka kematian itu, Pemerintah Italia memutuskan menutup semua sekolah dan universitas mengantisipasi penyebaran virus lebih meluas. Italia menjadi negara dengan angka kematian terbanyak akibat virus korona di luar Tiongkok.

Badan Otorotas Perlindungan Sipil Italia, Selasa (3/3), mencatat angka kematian melonjak tajam hanya dalam sehari. Jumlah korban tewas di hari itu mencapai 27 orang seperti dilansir euronews.com.

Otoritas kesehatan Italia sedang mempertimbangkan mendirikan zona merah karantina baru untuk mencoba menahan wabah virus korona Covid-19 itu. Italia menjadi negara Eropa yang paling parah dilanda wabah ini, setelah korban tewas dan jumlah kasus melonjak.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Virus Korona di Iran Jadi 92 Orang

“Dua puluh tujuh orang meninggal karena penyakit menular yang sangat menular di Italia selama 24 jam terakhir, menjadikan jumlah total kematian menjadi 79,” sebut Badan Perlindungan Sipil Italia, Selasa (3/3), yang dikutip AFP, Rabu (4/3).

Peningkatan kematian di Italia adalah yang terbesar sejak wabah muncul 12 hari lalu di daerah utara seperti Lombardy dan Veneto.

Wabah ini tetap berpusat di utara, dengan Lombardy yang paling parah terkena, tetapi sejak itu menyebar ke selatan dan infeksi sekarang telah dikonfirmasi di semua kecuali satu dari 20 wilayah Italia.

Tidak lama setelah penularan pertama kali terungkap pada 20 Februari, pemerintah memberlakukan karantina di dua daerah - satu mencakup 10 kota Lombardy di tenggara Milan, dan satu lagi, zona merah kecil di wilayah Veneto di timur.

Penduduk diblokir di dalam kota yang terkena dampak dan polisi mencegah orang keluar-masuk. Jumlah kasus naik menjadi 2.502 dari 2.036 pada Senin (2/3).

Salah seorang yang tewas berusia 55 tahun, dia pasien termuda sejauh ini meninggal karena virus korona di Italia.

Korban lainnya adalah seorang dokter berusia 61 tahun yang tidak diketahui memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya, tidak seperti kebanyakan korban sebelumnya.

"Tidak ada dari kita yang bisa yakin tentang evolusi penyakit di masa depan. Ini adalah minggu yang penting untuk memahami apa yang akan terjadi," ucap kepala Badan Perlindungan Sipil Angelo Borrelli.

Konsentrasi tinggi kasus-kasus baru telah muncul di sekitar kota Bergamo, timur laut dari ibu kota keuangan Milan.

Kepala Institut Kesehatan Nasional mengatakan kepada wartawan sebuah zona merah baru mungkin dikenakan di sana untuk mencoba membendung kenaikan.

Di antara kasus-kasus baru yang diumumkan pada Selasa adalah dua hakim yang bekerja di ruang sidang Milan dan seorang bayi yang baru lahir di Bergamo. Tidak jelas bagaimana anak itu tertular virus korona. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Argentina Konfirmasi kasus Cacar Monyet Pertama di Amerika Latin

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:33 WIB
Kemenkes menambahkan bahwa sang pasien sehat dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien tersebut berada di bawah...
DOK DPD RI

Bertemu Presiden CECF, Sultan: Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Lintas Agama Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:24 WIB
Sebagai negara yang plural dan toleran, Indonesia diminta untuk bersedia melangsungkan konferensi Pemuda Lintas Agama...
AFP/Satellite image ©2020 Maxar Technologies.

AS dan Belanda Waswas Supertanker Tua Bawa Sejuta Barel Minyak

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:16 WIB
Bulan lalu, PBB meluncurkan rencana menurunkan minyak dari supertanker ke kapal sementara selama empat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya