Kamis 13 Februari 2020, 16:36 WIB

Metode Kalkulasi Korona Diubah, Kematian di Tiongkok Melonjak

Nur Aivanni | Internasional
Metode Kalkulasi Korona Diubah, Kematian di Tiongkok Melonjak

AFP/Noel Celis
Seorang penjaga keamanan mengenakan masker pelindung saat berdiri di pintu masuk rumah sakit di Shanghai, Tiongkok.

 

ANGKA kematian dan terinfeksi virus korona di Tiongkok melonjak drastis, setelah otoritas berwenang mengubah metode penghitungan.  Langkah itu memicu kekhawatiran bahwa dampak epidemi jauh lebih buruk dibandingkan yang dilaporkan.

Dua politisi papan atas yang mengawasi pusat wabah juga dipecat. Hal itu kemudian menambah pertanyaan atas penanganan Tiongkok terhadap wabah. Tepatnya beberapa jam setelah Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengklaim "hasil positif" dalam memerangi wabah tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merespons cepat pandangan Tiongkok bahwa epidemi itu akan memuncak dalam hitungan minggu. "Saya pikir ini terlalu dini untuk mencoba memprediksi awal, pertengahan atau akhir dari epidemi ini sekarang," kata Direktur Eksekutif Program Darurat Desehatan WHO, Michael Ryan, Kamis (13/2).

Virus ini telah berdampak luas sejak muncul dari Provinsi Hubei, Tiongkok, bulan lalu. Banyak negara melarang pelancong dari Tiongkok dengan tujuan menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Baca juga: Pahlawan Virus Korona Berakhir Tragis

Di Hubei, puluhan juta orang terjebak dalam karantina. Hingga Kamis (13/2) waktu setempat, tercatat 242 kematian. Sebanyak 14.840 orang dikonfirmasi terinfeksi virus, dengan kasus baru dan kematian sejauh ini merupakan peningkatan satu hari terbesar sejak krisis dimulai.

Kenaikan tersebut meningkatkan jumlah kematian menjadi 1.355 orang. Jumlah korban terinfeksi virus korona (COVID-19) di Tiongkok mencapai 60.000 orang..

Otoritas Hubei menyatakan peningkatan drastis dipengaruhi perluasan definisi dengan memasukkan parameter orang yang "didiagnosis secara klinis" melalui pencitraan paru-paru. Sampai saat ini, pihak berwenang telah mendokumentasikan sejumlah kasus dengan uji laboratorium yang lebih canggih.

WHO memuji penanganan Tiongkok terhadap wabah virus korona, karena dinilai transparan. Berbeda dengan langkah Tiongkok menyembunyikan epidemi virus SARS mematikan pada 2002-2003.(AFP/OL-11)

Baca Juga

AFP/JACK GUEZ

Australia Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:14 WIB
Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menuturkan vaksinasi kelompok prioritas diperkirakan akan dimulai pada akhir Februari, dengan 80.000...
AFP/Mandel Ngan

AS Larang Masuk Pelancong dari Puluhan Negara

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:33 WIB
Biden akan memberlakukan kembali larangan perjalanan pada penumpang non-AS yang pernah berada di Brasil, Inggris, Irlandia dan 26 negara...
AFP/ARIANA DREHSLER

Kasus Covid-19 AS Tembus Angka 25 Juta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:32 WIB
Angka itu tercatat lima hari setelah AS, negara yang paling parah terhantam pandemi covid-19 di dunia, mencatatkan 400 ribu kematian akibat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya