Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT sedang berjuang menangkal virus korona baru yang mematikan, Tiongkok melaporkan adanya wabah flu burung H5N1 di sebuah peternakan di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan.
Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, Sabtu (1/2), mengatakan kasus tersebut terjadi di sebuah peternakan yang memiliki 7.850 ayam, 4.500 ekor di antaranya meninggal karena flu burung.
Pihak berwenang telah memusnahkan 17.828 ekor unggas setelah wabah itu.
Tiongkok tidak sendiri dalam upaya menghentikan penyebaran virus ini. Awal pekan ini, pihak berwenang di India juga mulai memusnahkan ayam dan telur untuk mengekang virus flu burung tersebar. Strain yang berbeda, virus H5N8, telah menyebar ke seluruh Eropa timur dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut pakar di PBB, wabah flu burung di Tiongkok pada 2013 berakhir dengan kerugian ekonomi US$6,5 miliar.
Baca juga: WNI dari Tiongkok Dikarantina di Pangkalan TNI Natuna
Wabah terbaru ini datang pada saat Tiongkok sedang bergulat dengan virus korona baru yang telah menyebar di seluruh dunia. Pusat wabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Virus korona misterius itu telah menewaskan lebih dari 300 orang di Tiongkok dengan lebih dari 14.000 kasus dikonfirmasi di negara itu.
Pejabat tinggi Partai Komunis di Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa, menyatakan 'penyesalan' pada Jumat lalu karena pemerintah setempat bertindak terlalu lambat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global. Tetapi mereka tidak merekomendasikan pembatasan perdagangan internasional atau perjalanan.
Kasus virus korona baru telah menyebar di lebih dari 20 negara.(CNA/OL-5)
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved