Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAKZULAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump oleh DPR AS, menuai beragam reaksi publik di beberapa wilayah AS. Wilayah-wilayah di AS memiliki kecenderungan polarisasi yang ditandakan dengan dukungan ataupun menentang pemakzulan Trump.
Di sebuah restoran di negara bagian New Jersey, jurnalis TV lokal AS, Action News, mengaku sulit untuk menemukan warga yang mendukung pemakzulan Trump. Kalau pun ada, mereka mengelak untuk membicarakannya.
"Saya pikir itu konyol. Saya pikir dengan kelaparan, kemiskinan, kesejahteraan, asuransi tidak ada- itu adalah masalah nyata negara ini. Namun mereka (Demokrat di DPR AS) menghabiskan uang dengan berfokus pada presiden (Trump) sejak hari pertama ia menjabat,” ujar Cherylana Siele yang ditemui di Swedesboro Diner.
"Saya pikir ini hebat karena Trump akan menang dengan telak tahun depan (Pilpres 2020 AS),” pungkas Fred Pratta.
Baca juga: Putin Sebut Dasar Pemakzulan Trump Dibuat-buat
Sementara itu di negara bagian Pennsylvania, jurnalis Action News mendapati banyak penduduknya yang mendukung pemakzulan Trump dan sulit menemukan yang menentangnya.
"Saya berharap sebagaimana ini melangkah maju, Senat harus memahami bahwa ini harus terjadi,” ungkap Barbra Workman.
"Orang ini (Trump) tidak peduli pada siapa pun kecuali dirinya sendiri,” imbuh Mary Stelly.
Begitu pula yang didapati saat jurnalis Action News berkunjung ke wilayah Mongomery yang masih berada di negara bagian Pennsylvania. Meskipun cuaca dingin sedang mendera wilayah tersebut, topik pemakzulan Trump tak menyurutkan para tetangga di lingkungan tersebut untuk berhenti sejenak dan membicarakannya.
"Saya pikir dia harus dimakzulkan. Saya pikir dia sudah tidak jujur dan curang sejak ia menjabat,” ujar Eileen Jackson. (WPVI/OL-8)
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved