Kamis 19 Desember 2019, 19:02 WIB

Putin Sebut Dasar Pemakzulan Trump Dibuat-buat

Melalusa Sushtira Khalida | Internasional
Putin Sebut Dasar Pemakzulan Trump Dibuat-buat

AFP/Brendan Smalowski
Momen kebersamaan Presiden Rusia Valdimir Putin dan Presiden AS Donald Trump

 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin angkat suara soal upaya pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan, pemakzulan presiden ke-45 AS itu didasarkan pada alasan yang dibuat-buat oleh Partai Demokrat yang menguasai DPR AS.

"Masih harus melalui Senat, di mana Partai Republik memiliki kursi mayoritas," ujar Putin, Kamis (19/12).

"Dan agaknya sulit mereka akan mencopot perwakilan partai mereka sendiri dari jabatan presiden, dengan dasar yang sepenuhnya dibuat-buat," tambahnya.

Berbicara saat konferensi pers, Putin menggambarkan peristiwa pemakzulan Trump di DPR AS tak ubahnya sebagai pertarungan politik antara Partai Demokrat dengan Partai Republik yang dipimpin Trump.

"Hanya kelanjutan dari pertarungan politik internal antara Demokrat dan Republik,” tutur Putin.

Putin mengindikasikan bahwa pemakzulan Trump hanya dalih yang digunakan oleh Demokrat untuk memakzulkan Trump setelah gagal memojokkannya atas klaim bahwa pemerintah Rusia campur tangan dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu yang membawa kemenangan untuk Trump.

Baca juga : Sebelum Trump, Tiga Presiden AS Pernah Dimakzulkan

"Demokrat menuduh Trump bersekongkol dengan Rusia, dan kemudian ketahuan bahwa tidak ada persekongkolan seperti itu. Itu tidak bisa menjadi dasar dari pemakzulan. Lalu mereka menciptakan tekanan semacam itu pada Ukraina," terang Putin.

Putin pun tidak mempercayai bahwa dimakzulkannya Trump oleh DPR AS menandakan akhir kepemimpinan Trump sebagai Presiden AS. Hal tersebut tampak saat ia mencela wartawan yang mengajukan pertanyaan kepadanya seolah-olah kepemimpinan Trump telah berakhir.

Pemungutan suara yang digelar di DPR AS pada Rabu (18/12) malam, berhasil mengantongi dukungan mayoritas suara anggota parlemen untuk memasukkan pasal pemakzulan Trump, menjadikannya sebagai presiden ketiga AS yang dimakzulkan dalam sejarah AS.

Trump selanjutnya akan diadili oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik pada persidangan bulan depan.

Trump didakwa atas penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan menghalangi penyelidikan Kongres dalam Skandal Ukraina. Ia dituduh telah membekukan 391 juta dollar AS bantuan militer Ukraina agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersedia memenuhi permintannya yakni menyelidiki Joe Biden, calon pesaing utamanya di Pilpres AS 2020. (AFP/OL-7)

Baca Juga

AFP/RYAD KRAMDI

Aljazair Resmikan Masjid Terbesar di Afrika

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:49 WIB
Dikenal secara lokal dengan nama Djamaa El-Djazair, struktur modern itu berada di area seluas 27,75...
DOK KEMENKO POLHUKAM

Hai Macron, Mahfud: Islam itu Agama Kasih Sayang

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:29 WIB
Menurut Mahfud, Macron tidak laik menunjukkan sikap anti terhadap satu kelompok agama terlebih yang hidup dan subur di...
AFP/Olivier DOULIERY

Biden dan Istri Berikan Suara Lebih Awal di Wilmington

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:04 WIB
Keduanya memilih di Gedung Kantor Negara Bagian Carvel di kota asal mereka di Wilmington,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya