Senin 16 Desember 2019, 23:40 WIB

Tim SAR Berjuang Temukan Korban

Channel News Asia/Hym/X-11 | Internasional
Tim SAR Berjuang Temukan Korban

Manman Dejeto / AFP
Petugas forensik meletakan mayat yang diangkat dari reruntuhan bangunan, di Padada, Provinsi Davao del Sur, Mindanao.

 

TIM penyelamat di Filipina Selatan, kemarin, terus mencari tanda-tanda kehidupan di pusat perbelanjaan yang runtuh setelah gempa kuat yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Pejabat dinas tanggap bencana mengatakan lima orang diyakini terjebak di reruntuh­an Southern Trade Shopping Centre di Padada, sebuah kota di Pulau Mindanao yang terletak sekitar 20 km dari pusat gempa yang terjadi Minggu (15/12).

Tim penyelamat menggunakan gergaji mesin dan peralat­an pencitraan termal untuk mencari orang yang selamat, tetapi mengatakan ada sedikit harapan untuk menemukan korban dalam keadaan masih hidup.

“Ini sangat menyedihkan. Ada peluang yang sangat tipis untuk menemukan orang yang selamat,” kata pejabat urusan bencana regional Christopher Tan kepada CNN Filipina.

Tayangan televisi kemarin menunjukkan petugas pema­dam kebakaran dan penyelamat menggunakan obor untuk mencari korban di luar pusat perbelanjaan, sebuah bangunan kecil dua lantai, dalam kegelapan. Sementara itu, jalan-jalan terblokade puing-puing dan logam yang hancur.

Menurut laporan lembaga bencana, ada pemadaman listrik yang meluas dan kerusak­an kecil pada lebih dari 300 rumah dan delapan bangunan pemerintah.

Sementara itu, Presiden Rodrigo Duterte dan keluarga­nya berada di Kota Davao ketika gempa terjadi, tetapi tidak terluka.

“Ibu Negara mengatakan mobil yang dikendarainya bergoyang,” kata juru bicara Salvador Panelo. “Mereka tidak terluka.”

US Geological Survey menyatakan gempa berkekuatan 6,8 magnitudo itu berpusat di 61 km barat daya Davao di Kepulauan Mindanao, pada kedalaman 28,2 km, merevisi dari yang sebelumnya 6,9.

Aktivitas gempa

Filipina berlokasi di cincin api Pasifik yang secara geologis aktif dan sering mengalami aktivitas kegempaan.

Saat gempa, para pasien dievakuasi dari rumah sakit sebagai tindakan pencegahan. Sementara itu, kerumunan ­orang berkumpul di luar pusat perbelanjaan akibat hentakan dan serangkaian gempa susul­an yang lebih kecil.

“Kami tidak bisa lagi menggunakan kantor kami karena dindingnya retak dan tangga ambruk. Listrik mati dan ke­ran airnya kering,” kata juru bicara kepolisian setempat Lea Orbuda kepada AFP.

Dia menambahkan, sedikitnya 24 orang telah dibawa ke rumah sakit dan operasi pencarian korban terus dilanjutkan. (Channel News Asia/Hym/X-11)

Baca Juga

AFP

AS Serang Fasilitas Militan yang Didukung Iran di Suriah

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 19:50 WIB
Tindakan AS tersebut menyusul tiga serangan roket terhadap fasilitas di Irak yang digunakan oleh Amerika Serikat dan pasukan...
AFP

Jepang Akan Cabut Sebagian Status Darurat Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 17:59 WIB
Wilayah Tokyo yang lebih luas, kata laporan tersebut, akan tetap di bawah tindakan tersebut ketika laju penurunan infeksi baru telah...
AFP/Sai Aung Main

Pegawai Negeri Myanmar Tolak Bekerja untuk Junta Militer

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 14:25 WIB
Rumah sakit umum sepi, kantor pemerintah dibiarkan gelap dan kereta tidak beroperasi. Myanmar seperti kota mati sekarang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya