Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS flu burung telah dikonfirmasi di sebuah peternakan ayam di Suffolk, East Anglian County, Inggris, kata pemerintah.
Semua 27 ribu burung di peternakan komersial itu akan dimusnahkan setelah ditemukan memiliki jenis flu burung H5, ungkap Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (Defra), Selasa (10/12).
Kasus tersebut merupakan yang pertama dicatat di Inggris sejak Juni 2017. Petugas berwenang mengidentifikasinya sebagai flu burung patogen rendah.
Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) mengatakan risiko terhadap kesehatan masyarakat sangat rendah dan Badan Standar Pangan mengatakan keamanan makanan tidak berisiko.
Zona eksklusi satu kilometer telah dibentuk di sekitar peternakan untuk membatasi risiko penyebaran penyakit.
Baca juga: PBB Sebut Perubahan Iklim Ancaman Serius HAM Abad 21
Kepala petugas kesehatan hewan Christine Middlemiss mengatakan, "Pemelihara burung harus tetap waspada terhadap tanda-tanda penyakit, segera melaporkan dugaan penyakit dan memastikan mereka menjaga biosekuriti yang baik di tempat mereka.”
"Kami berusaha keras mencari bukti penyebaran penyakit yang terkait dengan jenis ini untuk mengendalikan dan menghilangkannya," tambahnya.
Gavin Dabrera, konsultan kesehatan masyarakat di PHE, menambahkan, "Flu burung pada dasarnya adalah penyakit burung dan risiko terhadap kesehatan masyarakat umum sangat rendah.”
"Sebagai tindakan pencegahan, kami menawarkan saran kesehatan masyarakat dan antivirus kepada mereka yang telah melakukan kontak dengan burung yang terkena dampak, seperti praktik standar," terangnya.
Investigasi terperinci sedang dilakukan untuk menentukan sumber wabah yang paling mungkin. (Independent/OL-2)
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved