Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PAUS Fransiskus, pekan ini, dijadwalkan mengunjungi Hiroshima dan Nagasaki, dua kota di Jepang yang pernah dijatuhi bom atom di akhir Perang Dunia II.
Fransiskus diketahui pernah ingin menjadi misionaris di Jepang beberapa tahun lalu.
Pemuka agama berusia 82 tahun itu dijadwalkan terbang ke kawasan Asia mulai Selasa (19/11). Negara yang akan dikunjungi adalah Thailand dan Jepang.
Meski Thailand dan Jepang hanya memiliki kurang dari 0,6% pemeluk Katolik, Fransiskus tetap ingin mengunjungi dua negara tersebut untuk menggelar dialog antaragama.
Dikutip dari AFP, Senin (18/11), Fransiskus dijadwalkan tiba di Thailand pada Rabu (20/11) dan akan terbang ke Jepang pada Sabtu (23/11). Di 'Negeri Sakura' itu, Fransiskus akan tinggal hingga 26 November.
Kunjungan maraton ke Hiroshima dan Nagasaki dijadwalkan berlangsung pada Minggu (23/11). Bom atom telah menewaskan sedikitnya 140 ribu orang di Hiroshima dan 74 ribu di Nagasaki.
Baca juga: Polisi Hong Kong Serbu Kampus PolyU
Pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 Agustus 1945 membuat Jepang menyerah saat Perang Dunia II, tiga hari setelahnya. Perdang Dunia II resmi berakhir pada 15 Agustus 1945 setelah organisasi Nazi Jerman berhasil dikalahkan.
Pastor Yoshio Kajiyama, kepala pusat sosial Jesuit di Tokyo, lahir di Hiroshima setelah PD II. Ia mengaku sangat menantikan kedatangan dan pidato Fransiskus mengenai senjata nuklir.
"Kakek saya meninggal saat bom dijatuhkan di Hiroshima. Saya tidak pernah mengenalnya. Empat hari kemudian, bibi saya meninggal saat usianya masih 15 tahun," ujar Kajiyama, pria 64 tahun.
"Jika Anda tumbuh besar di Hiroshima, Anda tidak akan pernah bisa melupakan kengerian bom," lanjutnya.
Menurut keterangan Vatikan, Fransiskus akan menyampaikan pidato di Hiroshima dan Nagasaki mengenai pentingnya melucuti semua senjata nuklir yang ada di dunia. (Medcom/OL-2)
Popemobile yang digunakan Paus Fransiskus pada 2014 resmi dialihfungsikan menjadi klinik anak keliling untuk Gaza.
Menag Nasaruddin Umar mengenang kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024, yang menjadi momen simbolik persaudaraan lintas iman.
Paus Fransiskus, lanjut Nasaruddin, juga mengajarkan pentingnya membangun jembatan antarumat beragama, bukan tembok pemisah.
Paus sebagai Uskup Roma dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik bukan sekadar pemegang otoritas hierarkis, tetapi juga simbol persatuan dan pengganti Santo Petrus di dunia.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Paus Leo XIV dalam meneruskan perjuangan mendiang Paus Fransiskus
Paus Leo XIV memberikan penghormatan yang menyentuh kepada pendahulunya, mendiang Paus Fransiskus. Ia mengajak umat untuk mengenang dan merenungkan warisan Paus Fransiskus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved