Kamis 22 Agustus 2019, 10:06 WIB

Pengungsi Rohingya tidak Ingin Kembali ke Myanmar

Marcheilla Ariesta | Internasional
Pengungsi Rohingya tidak Ingin Kembali ke Myanmar

AFP/Dibyangshu SARKAR
Pengungsi Rohingya berjalan menuju kamp pengungsian di Bangladesh setelah mendarat di Pantai Saplapur

 

PENGUNGSI Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh mengatakan mereka tidak ingin kembali ke Myanmar. Para pengungsi itu mengaku ragu mengenai upaya repatriasi.

Bangladesh dan Myanmar berencana mulai memulangkan para pengungsi Rohingya per hari ini, Kamis (22/8).

"Kami tidak ingin kembali sampai keselamatan kami terjamin," kata seorang pengungsi Rohingya, Nur Islam, dilansir dari AFP.

"Sampai kami mendapat kewarganegaraan di sana," imbuh yang lainnya.

Dia mengaku takut jika mereka malah dikirim ke kamp-kamp pengungsi jika kembali ke Myanmar.

Pemimpin Komunitas Rohingya, Jafar Alam mengatakan para pengungsi telah dicekam ketakutan sejak pihak berwenang mengumumkan proses repatriasi yang baru.

Baca juga: Militer Indonesia-AS Gelar Latihan Bersama

Upaya repatriasi ini yang pertama kali dilakukan setelah usaha pada November lalu gagal. Pejabat PBB dan Komisi Pengungsi Bangladesh telah mewawancarai lebih dari 200 keluarga terpilih di kamp pengungsi untuk direpatriasi.

Komisaris Pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam mengatakan ada lima bus dan dua truk yang disewa untuk membawa para pengungsi kembali.

Seorang pejabat PBB mengatakan sebenarnya mereka belum mendapat persetujuan dari para keluarga pengungsi.

"Kami belum mendapatkan persetujuan dari mereka (pengungsi) sama sekali," tutur pejabat yang ikut mewawancarai para pengungsi tersebut.

Di New York, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan repatriasi harus dilakukan dalam keadaan sukarela.

"Setiap pemulangan harus bersifat sukarela dan berkelanjutan serta dijamin keamanannya," seru Dujarric.

"Penting bagi para pengungsi memiliki informasi lengkap yang mereka butuhkan untuk dapat membuat keputusan tersebut," imbuh dia.

Sekitar 740 ribu warga etnik Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada Agustus 2017. Mereka kabur dari serangan militer Myanmar yang membumihanguskan tempat tinggal mereka. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Sajjad Hussain

Jalan Ditutup Usai Kerusuhan Petani di Delhi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:45 WIB
Kekerasan menunjukkan peningkatan perselisihan antara pemerintah dan ribuan petani yang berkemah di pinggiran kota sejak akhir...
AFP/Tom Williams

Kandidat Menteri Perdagangan AS Janji Tegas terhadap Tiongkok

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:49 WIB
"Jika saya menjadi menteri, saya berencana bersikap sangat agresif untuk membantu Amerika bersaing dengan praktik-praktik tidak adil...
Stephane De Sakutin /AFP via Getty Images

Antony Blinken Disetujui Ditunjuk Sebagai Menteri Luar Negeri AS

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:39 WIB
Dari total 100 anggota Senat di lembaga yang dikuasai Partai Demokrat itu, sebanyak 78 suara amendukung dan 22 suara menolak pencalonan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya