Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa (UE) menolak keinginan Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, untuk menghapus kesepakatan "backstop" Irlandia. Sebuah tanggapan terkoordinasi yang tampaknya menutup pintu negosiasi Brexit yang lebih bermakna.
Dalam pernyataannya sebelum melakukan kunjungan kerja untuk menemui para pemimpin Eropa, Johnson menyalahkan respons keras dari UE yang didukung pemberontak Partai Konservatif. Dia menyebut strategi negosiasinya tengah dihancurkan pihak yang menginginkan Brexit dengan kesepakatan.
Baca juga: Indonesia Ingin ada Kerja Sama Bidang Sains dengan Suriname
Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, menuding pemerintah Inggris enggan mengaku bahwa kebijakan mereka mengarah pada kembalinya perbatasan keras di pulau Irlandia. Ketika perselisihan terjadi, pemerintah mengonfirmasi para pejabat Inggris akan berhenti menghadiri sebagian besar pertemuan UE mulai 1 September. Langkah itu dikecam kalangan kritikus, lantaran menunjukkan penghinaan terhadap pengaruh Inggris di Brussel dan sekutu di seluruh Eropa.
Johnson menyatakan, posisi Uni Eropa dipengaruhi sejumlah manuver anggota parlemen Konservatif yang mempertimbangkan metode legislatif untuk menghentikan "tanpa kesepakatan" di tengah Majelis Rendah. Termasuk, beberapa mantan menteri kabinet seperti Philip Hammond.
Kantor PM Inggris bersikeras bahwa perceraian Inggris dari UE (Brexit) pada 31 Oktober, tidak dapat dihentikan dengan cara apapun. Bahkan, jika parlemen berencana mengesahkan undang-undang.
"Saya pikir yang memperumit gambaran ini adalah rekan-rekan di UE. Mereka jelas masih berpikir bahwa ada kemungkinan parlemen akan memblokir Brexit," tukas Johnson.
"Selama mereka berpikir adanya potensi parlemen memblokir Brexit, mereka tidak akan keberatan untuk membuat konsesi yang kita butuhkan. Jadi memang dibutuhkan kesabaran," imbuhnya.
Kebuntuan menghadirkan ketegangan dalam agenda pertemuan Johnson dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel di Berlin, berikut Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris. Tepatnya, sebelum pertemuan para pemimpin G7 pada Sabtu mendatang.
Baca juga: Pencak Silat Diminati Pemerintah Suriname
Merkel diperkirakan akan menolak seruan Johnson untuk membatalkan kesepakatan "backstop", ketika keduanya bertemu pada Rabu waktu setempat. "Surat kepada Presiden Dewan Eropa bukanlah tawaran serius, dan Boris Johnson mengetahuinya," ucap Norbert Rottgen, sekutu Merkel yang memimpin komite urusan luar negeri Bundestag.
"Apabila Johnson benar-benar ingin mencapai sesuatu dalam kunjungannya di Paris dan Berlin, dia disarankan tidak menulis surat tersebut," pungkasnya. (Theguardian/OL-6)
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Macron dan Uni Eropa bersatu di Davos melawan ambisi Trump atas Greenland. Ketegangan meningkat seiring ancaman tarif dan retorika keras yang mengancam NATO.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan jajaran pemimpin Eropa mengecam keras ambisi Donald Trump menguasai Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved