Senin 22 Juli 2019, 19:00 WIB

Kerusuhan kembali Memuncak di Hong Kong

Ihfa Firdausya | Internasional
Kerusuhan kembali Memuncak di Hong Kong

AFP
Kerusuhan di Hong Kong

 

KEMARAHAN dalam protes berkepanjangan di Hong Kong kembali memuncak pada Senin (22/7). Hal ini dipicu serangan kejam terhadap demonstran pro-demokrasi oleh gangster triad yang menyebabkan puluhan terluka.

Kerusuhan di pusat keuangan itu berubah mencekam pada Minggu (21/7) malam ketika gerombolan pria berkaus putih yang membawa pentungan tongkat dan tiang logam dihadapkan pada demonstran antipemerintah. Saat itu, pengunjuk rasa baru kembali dari pawai besar lainnya.

Cuplikan yang disiarkan langsung di Facebook menunjukkan orang-orang berteriak ketika para preman itu memukuli banyak pengunjuk rasa dan jurnalis di stasiun Yuen Long. Darah menggenang di lantai kereta bawah tanah.

Pihak rumah sakit mengatakan 45 orang terluka dalam serangan itu. Satu orang dalam kondisi kritis dan lima lainnya mengalami luka serius.

Warga mengkritik polisi kota karena lamban mengambil tindakan. Polisi baru tiba lebih dari satu jam ke lokasi dan gagal menangkap para penyerang bersenjata.

Beberapa pria berkaus putih itu terekam meninggalkan tempat kejadian menggunakan mobil-mobil dengan plat nomor daratan Tiongkok.

Lam Cheuk-ting, seorang anggota parlemen pro-demokrasi, adalah salah yang terluka dalam perkelahian tersebut. Ia mengalami luka-luka pada wajah dan lengannya. Ia mengkritik respon polisi atas kejadian itu dan menuduh 'anggota triad' berada di balik serangan tersebut.
"Tindakan mereka yang sangat biadab dan kasar telah sepenuhnya mencederai masyarakat Hong Kong yang beradab," katanya kepada wartawan, Senin pagi.

Para anggota parlemen pro-demokrasi yang marah mengadakan konferensi pers pada Senin. Mereka menuduh para pemimpin kota pro-Beijing menutup mata terhadap serangan-serangan itu.

"Ini adalah geng triad yang memukuli orang-orang Hong Kong," gerutu legislator Alvin Yeung. "Namun Anda berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa?"

Kepala polisi kota Stephen Lo membela pasukannya. Ia mengatakan perwiranya sibuk menangani protes anti-pemerintah di tempat lain.
"Tentunya tenaga kerja kami menyebar," katanya kepada wartawan.

Ia menambahkan para perwiranya akan mengejar para penyerang.

Bentrokan itu telah memicu kekhawatiran bahwa geng-geng triad yang ditakuti kota itu memasuki konflik politik.

Yuen Long terletak di Wilayah Baru dekat perbatasan Tiongkok di mana geng kriminal dan komite pedesaan pro-Beijing yang gigih tetap berpengaruh.

Pasukan triad ini juga bertanggung jawab dalam serangan serupa terhadap demonstran selama protes 'Gerakan Payung' 2014.

Ketika gerombolan massa mengamuk di Yuen Long, di saat bersamaan polisi memerangi demonstran pro-demokrasi garis keras di tengah distrik komersial kota.


Baca juga: Ribuan Warga Hong Kong kembali Protes


Petugas anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa. Demonstran mencoret-coret Kantor Penghubung Hong Kong-Tiongkok dengan telur dan grafiti.

Wang Zhimin, kepala kantor, mengecam para pengunjuk rasa pada hari Senin. Ia mengatakan mereka telah menghina 'semua orang Tiongkok' dan ia meminta pemerintah Hong Kong mengejar 'para perusuh'.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengutuk perusakan yang menyasar Kantor Penghubung. Warga pro-pemerintah mengatakan kejadian itu 'membuat marah seluruh kota'.

"Kami sama sekali tidak memaafkan tindakan kekerasan semacam itu," katanya kepada wartawan.

Sebelumnya pada hari Minggu, satu unjuk rasa damai anti-pemerintah telah berjalan di sepanjang kota. Ini merupakan pekan ketujuh berturut-turut penduduk keluar secara massal.

Protes besar juga telah berhasil membujuk Lam—atau Beijing—untuk mengubah siasat terhadap masa depan kota.

Di bawah kesepakatan penyerahan 1997 dengan Inggris, Tiongkok berjanji akan mengizinkan Hong Kong untuk menjaga kebebasan kunci seperti peradilan independen dan kebebasan berbicara.

Namun, banyak orang menganggap ketentuan-ketentuan itu sudah dikurangi. Hal itu ditandai kejadian-kejadian seperti hilangnya para penjual buku pembangkang ke dalam tahanan daratan, diskualifikasi para politisi terkemuka, dan pemenjaraan para pemimpin protes pro-demokrasi.

Pihak berwenang juga menolak seruan agar pemimpin kota dipilih langsung oleh rakyat.

Para pengunjuk rasa telah bersumpah untuk menjaga gerakan mereka sampai tuntutan inti mereka terpenuhi. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP.

Iran Minta Saudi Bebaskan Warganya yang Ditangkap saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:00 WIB
Iran pada Jumat (5/8) meminta Arab Saudi membebaskan salah satu warga negaranya yang ditangkap selama...
AFP/Manuel Balce Ceneta.

Ketua Uni Afrika Kutuk Serangan Israel di Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu (7/8) mengutuk serangan-serangan udara Israel di Jalur Gaza ketika kekerasan meningkat di wilayah yang...
Antara/Mahmud Hams.

Reaksi Beragam terhadap Pertikaian Mematikan Israel-Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:05 WIB
Gejolak mematikan terbaru antara militer Israel dan militan Palestina di Gaza menarik reaksi beragam dari masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya