Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) segera membatalkan rencana penjualan senjata senilai US$2,2 miliar ke Taiwan yang mencakup tank tempur dan rudal anti-pesawat.
Keputusan Kementerian Luar Negeri AS untuk menyetujui penjualan senjata besar-besaran ke pulau dengan pemerintahan sendiri itu semakin memperkeruh hubungan Washington dan Beijing yang sudah tegang.
"Penjualan senjata AS ke Taiwan secara serius melanggar prinsip One-China. Langkah itu sangat mengganggu urusan domestik Tiongkok dan mengancam kepentingan keamanan Tiongkok," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang.
Geng mengungkapkan otoritas Tiongkok sudah mengajukan pengaduan resmi melalui saluran diplomatik. Mereka menyatakan kekecewaan dan penolakan tegas terhadap kebijakan AS.
"Tiongkok mendesak AS segera membatalkan rencana penjualan senjata, dan menghentikan hubungan militer dengan Taipei. Hal ini penting untuk menghindari kerusakan hubungan Tiongkok-AS, berikut stabilitas di Selat Taiwan," pungkas Geng.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) menyebut kesepakatan penjualan itu terdiri dari 108 tank M1A2T Abrams, 250 rudal portabel anti-pesawat Stringer dan peralatan pendukung lainnya.
Sejak berakhirnya perang saudara pada 1949, Taiwan terpisah dari Tiongkok dan memiliki pemerintah sendiri. Akan tetapi, Beijing masih mengganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan bertekad mengambil alih wilayah itu kembali.
Secara signifikan, Tiongkok meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taiwan sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden Taiwan pada 2016. Partai Progresif Demokratik yang mengusung Tsai selama ini tidak mengakui Taiwan adalah bagian One-China.
Tiongkok kini terus melakukan latihan militer di dekat wilayah pulau tersebut serta mendorong negara-negara lain agar tidak mengakui Taiwan.
Pada 1979, AS mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok. Namun, AS tetap menjadi sekutu penting dan pemasok utama peralatan militer ke Taiwan. Sedangkan undang-undang yang diloloskan Kongres AS mewajibkan Washington untuk menyediakan sistem pertahanan bagi Taiwan. (AFP/Tes/X-11)
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
DEWAN Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut penghentian semua penjualan senjata ke Israel pada Kamis, (4/4).
Peluru artileri yang akan dikirim ke Israel bakal diambil dari persediaan peluru artileri yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih harus menganalisis terlebih dulu laporan dugaan penjualan senjata oleh pemerintah Indonesia ke Myanmar.
Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID) menegaskan tidak pernah mengekspor produk industri pertahanan ke Myanmar pasca 1 Februari 2021,
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia, diduga menyuplai senjata untuk junta Militer Myanmar.
Dengan menggunakan kereta lapis baja, Kim Jong Un bertolak ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan diperkirakan tentang penjualan senjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved