Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN secara perlahan mengecil menyebabkan permukaan satelit Bumi itu mengeriput dan terjadi beberapa kali gempa. Hal itu terungkap dari hasil analisa gambar yang diambil Lunar Reconaissance Orbiter Bulan (LRO) milik NASA yang dirilis Senin (13/5).
Survei terhadap lebih dari 12 ribu gambar menunjukkan lembah Bulan Mare Frogoris yang berada di dekat Kutub Utara Bulan, salah satu basin terluar yang dianggap sebagai kawasan mati dari sudut pandang geologis, telah mengalami peretakan dan pergeseran.
Berbeda dengan Bumi, Bulan tidak memiliki plat tektonik. Di Bulan, aktivitas tektonik mereka terjadi saat satelit itu secara perlahan kehilangan panas dari saat mereka terbentuk, 4,5 miliar tahun yang lalu.
Hal itu menyebabkan permukaan Bulan mengeriput, sama seperti anggur yang mengeriput menjadi kismis.
Baca juga: Jepang Uji Coba Kereta Peluru Tercepat di Dunia
Karena permukaan Bulan rapuh, pergerakan itu menyebabkan permukaan Bulan pecah saat bagian dalam mereka menyusut, menghasilkan apa yang disebut thrust fault dengan satu permukaan permukaan terdorong naik lebih tinggi dibanding permukaan di sebelahnya.
Sebagai hasilnya, Bulan kini mengurus sekitar 50 meter selama ratusan juta tahun terakhir.
Astronaut Apolo mulai mengukur aktivitas seismik Bulan pada 1960-an dan 1970-an. Mereka menemukan mayoritas aktivitas seismik itu terjadi di dalam Bulan dengan sejumlah kecil terjadi di permukaan.
Analisa NASA itu diterbikan di Nature Geoscience dan mengukur gempa Bulan dangkal yang terekam misi Apollo, menetapkan hubungan antara gempa-gempa itu dan bentuk permukaan Bulan.
"Tampaknya, fault ini masih aktif hingga hari ini," ujar Nicholas Schmerr, asisten profesor geologi dari University of Maryland.
"Anda tidak biasa melihat aktivitas tektonik selain di Bumi. Jadi, sangat menyenangkan melihat fault-fault itu masih menyebabkan gempa di Bulan," imbuhnya. (AFP/OL-2)
NASA alihkan fokus ke pangkalan Bulan. Saham Intuitive Machines melonjak, Firefly Aerospace ikut diuntungkan.
NASA di bawah Jared Isaacman siapkan pangkalan di Bulan dengan investasi US$20 miliar. Targetkan hunian astronot dan misi ke Mars.
NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028.
Robot Perseverance NASA temukan bukti sungai purba di Mars. Penemuan ini memperkuat teori Mars dulu hangat dan berair.
Perubahan definisi sains umumnya memerlukan perdebatan panjang dan pemungutan suara oleh para ilmuwan dari seluruh dunia, bukan melalui perintah eksekutif.
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved