Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Tiongkok telah menyepakati mekanisme pengawasan setiap aspek perjanjian perdagangan. Termasuk, mendirikan kantor penegakan hukum dari masing-masing negara.
Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dalam siaran wawancara dengan CNBC. Dia menekankan proses negosiasi terus mengalami kemajuan.
Pada Selasa (9/4) malam, dia melakukan panggilan khusus dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Liu He, yang dinilai cukup produktif. Diskusi akan berlanjut pada Kamis (11/4) pagi waktu Washington.
"Kami cukup banyak sepakat tentang mekanisme penegakan hukum. Kami sepakat bahwa kedua belah pihak akan mendirikan kantor penegakan hukum yang menangani masalah bilateral," ujar Mncuhin seraya menambahkan masih ada beberapa persoalan penting yang harus diselesaikan kedua belah pihak.
Mnuchin enggan menanggapi soal waktu kesepakatan dagang tercapai atau apakah tarif AS terhadap komoditas Tiongkok senilai US$250 miliar akan dihapus. Padahal, Presiden AS Donald Trump belum lama ini mengatakan kesepakatan bisa tercapai sekitar akhir April. Namun, Mnuchin tetap menolak mengungkapkan kerangka waktu negosiasi. Dia menegaskan fokus AS saat ini ialah mendapatkan kesepakatan perdagangan yang tepat.
"Segera setelah kami siap dan menyelesaikan perundingan, Presiden Trump akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Penting bagi kedua pemimpin untuk segera bertemu. Kami harap dapat terjadi dalam waktu dekat," imbuh Mnuchin.
Baca juga: AS-Tiongkok Menuju Akhir Perang Dagang
Sebelumnya, AS menuntut Tiongkok agar menerapkan reformasi signifikan untuk membatasi praktik pencurian kekayaan intelektual milik AS. Kemudian, mengakhiri kebijakan transfer teknologi secara paksa dari perusahaan AS ke perusahaan Tiongkok.
Washington juga menginginkan Beijing membatasi subsidi terhadap industri domestik, membuka pasar lebih luas bagi investor AS, dan meningkatkan impor produk pertanian, energi maupun barang-barang manufaktur asal Negeri Paman Sam.
Lebih lanjut, Mncuhin tidak mau membeberkan apakah struktur penegakan hukum memungkinkan AS memberlakukan kembali tarif, apabila Tiongkok gagal memenuhi komitmennya. Sejumlah sumber yang mengikuti diskusi bilateral, mengungkapkan negosiator AS berupaya mencari hak tersebut.
Akan tetapi, Tiongkok enggan menyetujui konsesi yang diinginkan AS. Dalam hal ini, AS bisa saja mempertahankan kebijakan tarif dan mulai menghapus ketika Tiongkok memenuhi tolok ukur reformasi perdagangan.
Sejauh ini, kedua negara sedang mengerjakan perjanjian luas yang mencakup enam bidang. Di antaranya transfer teknologi paksa, hak kekayaan intelektual, layanan jasa, mata uang, pertanian dan hambatan non-tarif.(Channelnewsasia/OL-5)
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved