Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN kerja sama kemitraan ASEAN dengan Rusia menjadi Kerja Sama Strategis, harus memberikan manfaat konkret bagi kemakmuran kawasan. Hal itu ditekankan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN/Ketua Senior Officials (SOM) ASEAN-Indonesia, Jose Tavares, saat memimpin Pertemuan 16th ASEAN-Russia Senior Officials' Meeting di Bali.
ASEAN-Russia SOM merupakan pertemuan tahunan tingkat pejabat tinggi dan merupakan pertemuan pertama pasca-Indonesia menjadi negara koordinator kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia periode 2018-2021.
Pertemuan dipimpin Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN/Ketua SOM ASEAN-Indonesia, Jose Tavares, dan Wakil Menteri Luar Negeri/Ketua SOM Rusia, Igor Morgulov.
Indonesia menjadi lead discussant bagi ASEAN dalam pembahasan agenda Arsitektur Regional di Kawasan Asia Pasifik. ASEAN-Rusia sepakat dukung arsitektur regional yang terbuka, transparan dan inklusif demi kemajuan bersama.
Baca juga: Kemenlu Benarkan Dua WNI Disandera Kelompok Militan
“ASEAN saat ini tengah menyusun konsep bersama tentang kerja sama Indo-Pasifik. Pada waktunya nanti, dukungan para mitra wicara ASEAN, termasuk Rusia, menjadi sangat penting untuk mengimplementasikan konsep ini menjadi kerja sama konkret," ujar Jose dalam keterangan resmi, Kamis (21/2).
Selama Indonesia menjadi negara koordinator kerja sama ASEAN-Rusia, terdapat 3 bidang kerja sama yang menjadi fokus. Di antaranya kontra terorisme, keamanan siber, dan penanganan bencana. Ketiga bidang kerja sama ini dipandang dapat mendatangkan manfaat yang luas, terutama bagi masyarakat di kawasan.
“Kita harus manfaatkan momentum peningkatan kemitraan strategis untuk redouble efforts dalam penguatan kerja sama, termasuk dalam laksanakan Rencana Aksi 2016-2020," imbuh Jose.
Rusia menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ASEAN-Rusia di bidang kontra terorisme. Komitmen kerja sama ini tercermin dari berbagai statement yang telah diadopsi dalam kerangka kerja sama ASEAN dengan Rusia.
Lebih lanjut, Indonesia bersama dengan Rusia akan memimpin ASEAN Regional Forum Inter-Sessional Meeting (ARF ISM) on Counter Terrorism and Transnational Crime di Bali pada 21-22 Maret 2019.
Di bidang kerja sama keamanan siber, ASEAN dan Rusia sepakat mengimplementasikan Statement of ASEAN and the Russian Federation on Cooperation in the Field of Security of and in the Use of Information and Communication Technologies yang telah diadopsi para Pemimpin Negara ASEAN dan Rusia pada KTT ke-3 ASEAN-Rusia di Singapura pada November 2018. ASEAN dan Rusia membahas pembentukan mekanisme dialog antara ASEAN dan Rusia untuk membahas isu-isu terkait keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Saat ini, ASEAN dan Rusia tengah membahas sebuah dokumen Memorandum of Understanding (MOU) dalam bidang kerja sama penanganan bencana. Diharapkan kedepannya ASEAN dan Rusia menjadi Kawasan dengan tingkat ketahanan (resilient) yang tinggi terhadap bencana alam. Selain itu, Pertemuan juga menggarisbawahi perlunya penguatan interaksi people-to-people sebagai fondasi kemitraan ASEAN-Rusia.
Pada hakekatnya, kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lebih dari 20 tahun, telah memiliki fondasi dasarnya yaitu, kemitraan strategis serta rencana aksi periode 2016-2020.
Tantangannya saat ini dan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikannya ke dalam berbagai program kerja sama yang nyata sehingga dapat memberikan hasil dan manfaat yang konkret bagi ASEAN dan kawasan. Untuk itu, peran Indonesia sebagai Country Coordinator periode 2018-2021 akan menjadi sangat signifikan dan krusial. (OL-2)
Keberhasilan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih penghargaan ASEAN Green Hotel Standard menjadi pencapaian baru sekaligus bentuk validasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved