Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Berantas Korupsi akan Langgengkan Kerja Sama Ekonomi RI-Australia

Rahmatul Fajri
18/2/2019 19:50
Berantas Korupsi akan Langgengkan Kerja Sama Ekonomi RI-Australia
(MI/Susanto)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan pertemuan tersebut untuk melanjutkan kerja sama pemerintah Australia dengan KPK dalam mencegah tindakan korupsi di Indonesia, khususnya di sektor sumber daya alam dan investigasi finansial.

"Pemerintah Australia banyak membantu kerja sama pencegahan korupsi. Selain itu, juga terkait pencegahan korupsi di sektor swasta," kata Laode di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Lebih lanjut, mengenai pencegahan korupsi di sektor swasta, Laode mengatakan Indonesia dan Australia akan meneken kesepakatan dagang yang besar, yakni Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA).

Kesepakatan tersebut penting, kata Laode lantaran bisa menciptakan iklim investasi yang sehat antara Australia dengan Indonesia.


Baca juga: Kelas Bahasa Indonesia Dibuka di Palestina


"Private sector kebanyakan dulu mereka suap untk mendapatkan kemudahan usaha. Kita berharap bahwa investasi yang masuk ke Indonesia, mereka berinvestasi dengan baik," kata Laode.

Sementara itu, Gary Quinlan mengatakan kerja sama dengan KPK telah berjalan sejak lama. Ia mengapresiasi kerja sama tersebut, khususnya dalam peningkatan kompetensi pegawai KPK untuk memberantas korupsi.

Gary mengatakan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas pencegahan korupsi di KPK. Hal tersebut bisa terlihat dengan kerja sama dalam pelatihan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pegawai KPK.

Gary menilai dengan peningkatan kualitas pencegahan korupsi, khususnya pada ranah swasta, akan berdampak pada iklim investasi yang sehat. Hal tersebut juga akan berdampak bagi langgengnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Australia.

"Tingkat kepercayaan dari sektor swasta penting bagi kami, apalagi di sektor ekonomi. Kami menyadari potensi ekonomi dari kedua negara," kata Gary. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya