Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA pribumi Amerika bergabung dengan berbagai grup advokasi dalam berunjuk rasa menentang rencana Presiden Donald Trump membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko. Tembok perbatasan adalah salah satu janji semasa kampanye Trump.
Ratusan demonstran bergerak bersama menentang Trump di El Paso, Texas. Sejumlah pribumi ikut serta dalam gerakan ini dengan cara menari dan memukul-mukul drum di tengah kerumunan massa.
"Kami akan terus berjuang di jalanan. Kami akan terus melakukan ini jika Trump masih terus memisahkan keluarga kami dan berkukuh membangun tembok," kata Fernando Garcia, direktur dari organisasi Border Network for Human Rights, kepada saluran televisi KTSM-TV.
Seperti dilansir dari laman UPI, Senin (28/1), para pengunjuk rasa mengaku tidak akan berhenti beraksi meski Trump sudah mengakhiri shutdown terkait pembangunan tembok. Shutdown adalah penutupan sebagian institusi pemerintah AS.
Baca juga: Kerugian Akibat Shutdown Lebih Besar dari Nilai Tembok Trump
Shutdown diakhiri sementara untuk tiga pekan ke depan per 25 Januari. Penutupan sebagian pemerintah kali ini -- berlangsung selama lebih kurang 35 hari -- adalah yang terpanjang dalam sejarah AS.
Trump menegaskan jika tidak ada perjanjian lanjutan pada tanggal 15 Februari, maka dirinya akan kembali menutup pemerintah. Ia juga menyinggung mengenai kemungkinan mendeklarasikan status darurat nasional.
Unjuk rasa terbaru menentang Trump dimulai di area San Jacinto Plaza. Para pedemo berhenti sejenak di Jembatan Paso Del Norte, atau juga dikenal sebagai Jembatan Santa Fe, yang menghubungkan El Paso ke kota Juarez di Meksiko.
Demonstrasi berakhir di Chihuahuita, lokasi di mana pemerintah AS melakukan perbaikan di sejumlah bagian pagar perbatasan beberapa bulan lalu. (Medcom/OL-1)
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved