Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Partisipasi TKA SMP Capai 98 Persen, Kemendikdasmen Tegaskan Bersifat Opsional

Despian Nurhidayat
06/4/2026 10:05
Partisipasi TKA SMP Capai 98 Persen, Kemendikdasmen Tegaskan Bersifat Opsional
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melakukan pemantauan pelaksanaan perdana TKA untuk jenjang SMP di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Senin (6/4).(MI/Despian Nurhidayat)

PELAKSANAAN Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia mencatatkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa 98% dari total populasi siswa SMP telah mengikuti ujian tersebut.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menyatakan bahwa capaian ini telah melampaui target awal. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan ujian di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, pada Senin (6/4).

“Pokoknya 98% dari populasi. Sesuai target dan saya kira melebihi target karena sudah mendekati ukuran populasi,” ujar Toni kepada awak media.

Sifat Opsional dan Faktor Ketidakhadiran

Terkait sisa 2% siswa yang tidak mengikuti TKA, Toni menjelaskan bahwa pihaknya belum mengidentifikasi secara detail asal sekolah maupun daerah para siswa tersebut. Namun, ia menekankan bahwa sesuai regulasi, TKA memang bersifat opsional atau tidak wajib.

“Kita belum deteksi apakah dari sekolah negeri atau swasta. Namun yang 2% itu sesuai regulasi kita memang opsional. Jadi tidak harus 100% karena tidak wajib. Ada juga kemungkinan faktor hambatan intelektual pada siswa yang membuat mereka tidak ikut,” tambahnya.

Berikut adalah ringkasan data partisipasi TKA SMP berdasarkan keterangan resmi Kemendikdasmen:

Kategori Data Keterangan
Tingkat Partisipasi Nasional 98% dari populasi siswa SMP
Status Keikutsertaan Opsional (Tidak Wajib)
Penyebab Tidak Ikut (2%) Faktor psikologis, pilihan orang tua, hambatan intelektual
Mitra Pendukung Teknis PLN, Telkom, Telkomsel

Dukungan Infrastruktur dan Kesiapan Mental

Untuk menjamin kelancaran teknis, Kemendikdasmen telah menjalin kolaborasi dengan PLN dan penyedia jasa telekomunikasi seperti Telkom dan Telkomsel guna mengantisipasi gangguan listrik maupun jaringan internet. Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan belum ada kendala berarti di lapangan, kecuali jika terjadi bencana alam (force majeure).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menambahkan bahwa faktor psikologis dan sudut pandang orang tua menjadi alasan utama bagi siswa yang memilih tidak ikut TKA.

“Ada temuan di lapangan bahwa sebagian siswa merasa tidak siap secara psikologis. Selain itu, ada orang tua yang berpendapat TKA belum diperlukan karena ada hal lain yang dianggap lebih penting bagi anak mereka,” jelas Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah tetap memegang prinsip kebebasan memilih bagi siswa.

“Semuanya adalah pilihan. Kami tetap berprinsip bahwa TKA ini tidak wajib. Mereka yang ikut adalah yang benar-benar siap. Sebagai contoh, di sekolah yang kita kunjungi hari ini (SMPN 2 Curug), partisipasinya mencapai 100%,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya