Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERIKSAAN kesehatan secara berkala menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan, terutama karena banyak penyakit serius berkembang tanpa gejala yang disadari sejak awal. Kesadaran untuk melakukan skrining rutin dinilai dapat membantu mencegah kondisi memburuk di kemudian hari.
Direktur Klinis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Marengo Asia, Gurugram, India, Pallavi Vasal mengingatkan pentingnya skrining kesehatan rutin bagi perempuan sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit serius.
Dikutip dari Hindustan Times, banyak penyakit berat sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan berkala dinilai krusial untuk mencegah kondisi memburuk.
Pallavi menekankan pemeriksaan kesehatan bukan sekadar prosedur medis, melainkan bentuk perlindungan terhadap masa depan kesehatan perempuan.
"Ini bukan sekadar tes, melainkan bentuk kepastian atau peringatan dini saat paling dibutuhkan," kata Pallavi, Minggu (5/4).
Berikut sejumlah pemeriksaan yang direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin:
Pemeriksaan ini dianjurkan terutama bagi perempuan berusia di atas 40 tahun. Tujuannya mendeteksi dini perubahan pada payudara, termasuk potensi kanker.
Tes seperti pap smear dan HPV terbukti efektif menurunkan risiko kanker serviks. Pemeriksaan ini termasuk yang paling preventif dan mudah dilakukan.
Masalah jantung pada perempuan sering tidak disadari. Gejala ringan seperti kelelahan atau sesak napas kerap diabaikan. Padahal, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah dapat membantu mencegah risiko lebih besar.
Gangguan hormon seperti diabetes dan masalah tiroid sering tidak menunjukkan tanda jelas. Gejala ringan seperti energi menurun, perubahan berat badan, atau siklus haid tidak teratur sebaiknya tidak dianggap sepele.
Setelah usia 30 tahun, kepadatan tulang mulai berkurang. Pemeriksaan tulang menjadi penting untuk mencegah osteoporosis sejak dini. "Tes kepadatan tulang mungkin terasa tidak perlu, sampai penurunan kecil berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pencegahan di sini jauh lebih mudah daripada pemulihan," ujarnya.
Pallavi juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan reproduksi sekaligus mental. Keluhan seperti nyeri, stres berkepanjangan, atau siklus yang tidak teratur tidak boleh diabaikan. "Rasa sakit, ketidakteraturan, atau kekhawatiran bukanlah hal yang harus ‘disesuaikan’, mereka alasan untuk mencari kejelasan. Dan dalam semua ini, kesehatan mental tidak bisa menjadi renungan saja," jelasnya.
Pemeriksaan ini dianjurkan terutama setelah usia 45 tahun, meskipun sering dianggap belum mendesak. "Pada akhirnya ini bukan hanya soal tes, tetapi tentang tidak menunggu sesuatu menjadi salah sebelum Anda mulai memprioritaskan diri sendiri," tuturnya.
Pallavi menegaskan kesadaran dan kedisiplinan dalam melakukan skrining kesehatan adalah langkah penting untuk menjaga kualitas hidup perempuan. Deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk penanganan yang efektif sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. (Z-2)
Studi mengukur 250 zat dalam darah 500.000 relawan dan membuka jalan bagi tes darah yang dapat memprediksi risiko penyakit hingga satu dekade sebelum gejala muncul.
Sebagai percontohan, Puskesmas Tiban Baru telah memulai pemeriksaan di SMPN 20, Kecamatan Sekupang.
Proyek UK Biobank telah memindai 100.000 relawan dengan MRI, X-ray, dan AI, membuka jalan untuk deteksi dini penyakit.
Program Cek Kesehatan Gratis ini pula, lanjut Putih, bisa mendorong suksesnya program kesehatan lainnya seperti Program Eliminasi TB (Tuberculosis) 2030.
Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,”
I Gusti Ayu Ratna menambahkan, hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung telah memperluas cakupan skrining kadar glukosa darah melalui beberapa program.
Mengutip Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, Selasa (11/2), berikut jenis pemeriksaan kesehatan pemeriksaan kesehatan gratis dari bayi baru lahir hingga lansia
program Cek Kesehatan Gratis yang telah dimulai di puskesmas seluruh Indonesia, hari ini (10/2), jika bayar sendiri, hal itu akan memakan biaya Rp1,6 juta hingga Rp2 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved