Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAL-usul penyakit sifilis kembali diperdebatkan, setelah temuan arkeologis di Vietnam mengungkap jejak infeksi serupa yang telah ada ribuan tahun lalu di Asia Tenggara. Bukti ini memunculkan kemungkinan penyakit dalam kelompok treponema tidak sepenuhnya berasal dari Amerika ,seperti yang selama ini diyakini.
Mengutip laporan Live Science, para peneliti menemukan tiga kerangka manusia dari era Neolitik yang memperlihatkan tanda-tanda infeksi bakteri treponema. Infeksi ini diketahui dapat merusak tulang dan gigi, serta termasuk dalam kelompok penyakit yang sama dengan sifilis.
Hasil penelitian yang dipublikasikan pada 13 Maret dalam jurnal International Journal of Osteoarchaeology tersebut mendokumentasikan tiga kasus treponematosis kongenital di dua situs arkeologi di Vietnam. Ketiga kasus ini diperkirakan berasal dari periode sekitar 4.100 hingga 3.300 tahun lalu.
Treponematosis merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Treponema pallidum, yang mencakup beberapa penyakit seperti sifilis, bejel, dan yaws. Selama ini, para ilmuwan meyakini hanya sifilis yang dapat ditularkan secara kongenital, yakni dari ibu ke janin selama kehamilan. Keyakinan ini menjadi dasar munculnya teori bahwa sifilis berasal dari Amerika.
Namun, penulis utama penelitian, Melandrie Vlok, menilai asumsi tersebut perlu ditinjau ulang. "Tidak satu pun dari DNA ini yang sebenarnya merupakan sifilis," ujarnya, dikutip Minggu (5/4).
Pendapat serupa disampaikan Nicola Czaplinski, kandidat doktor ilmu kesehatan dari Universitas Notre Dame Australia. Ia menegaskan penularan kongenital tidak eksklusif pada sifilis.
"Penelitian baru kami mengubah pandangan yang ada. Penularan bawaan lahir bukanlah hal yang unik untuk sifilis," ucapnya.
Penelitian ini menganalisis 16 situs arkeologi di Vietnam dengan total 304 individu yang berasal dari rentang waktu 10.000 hingga 1.000 tahun lalu. Dari keseluruhan sampel, ditemukan tiga anak yang mengalami treponematosis kongenital.
Dua di antaranya berasal dari situs Man Bac di Vietnam utara, masing-masing berusia sekitar 18 bulan dan 5 tahun. Sementara satu lainnya ditemukan di situs An Son di Vietnam selatan, dengan usia sekitar 2,5 tahun.
Ciri paling mencolok dari infeksi ini terlihat pada struktur gigi. Sejumlah gigi menunjukkan bentuk abnormal, seperti kerdil, cacat, hingga tampak seperti "dimakan cacing", yang merupakan karakteristik khas infeksi treponema bawaan.
Selain itu, mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hal ini mengindikasikan bahwa penularan kemungkinan besar tidak terjadi melalui hubungan seksual.
Temuan ini turut menggoyahkan "hipotesis Columbus" yang selama ini menyatakan sifilis dibawa dari Amerika ke Eropa. Keberadaan kasus kongenital di Asia menjadi bukti yang melemahkan teori tersebut.
"Penemuan ini menantang salah satu pilar utama teori tersebut dan menunjukkan kita masih jauh dari memahami asal-usul sifilis," ujar Vlok.
Meski demikian, penelitian ini menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kondisi lingkungan dan aspek etika. Vlok menjelaskan pelestarian DNA di wilayah tropis seperti Asia Tenggara sangat sulit.
"Pengambilan sampel sering membutuhkan tulang dalam jumlah besar, yang menimbulkan kekhawatiran etis. Sisa-sisa manusia bukan sekadar sampel ilmiah, tetapi juga leluhur komunitas," jelasnya.
Profesor emeritus bioarkeologi dari Universitas Durham, Charlotte Roberts, menyambut baik hasil penelitian ini. Ia menilai studi tersebut memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman penyakit treponema, khususnya di wilayah yang selama ini minim bukti.
"Ini adalah studi yang sangat disambut, terutama karena wilayah ini sebelumnya minim bukti," ujarnya.
Lebih lanjut, penelitian ini juga mengindikasikan adanya kaitan antara migrasi manusia purba dan penyebaran penyakit. Perpindahan populasi dari Tiongkok ke Asia Tenggara, serta interaksi antara petani awal dan kelompok pemburu-pengumpul lokal, diduga memainkan peran penting.
"Yang menarik perhatian adalah kemungkinan hubungan langsung antara migrasi penduduk dengan penyebaran infeksi ini," katanya. (Z-2)
Gabungan Momogi Group-Bibica akan memiliki pangsa pasar yang signifikan di Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar utama di kawasan.
KONFLIK di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga energi secara masif dan kekhawatiran akan kelangkaan pasokan global.
Untuk merayakan peluncuran rute baru ini, Vietjet menghadirkan promo tiket mulai dari Rp0 (belum termasuk pajak dan biaya tambahan) untuk jaringan penerbangan antara Vietnam dan Indonesia.
Kolaborasi ituĀ untuk memperkenalkan produk Momogi kepada basis konsumen yang lebih luas di pasar Vietnam.
Pemerintah Vietnam bentuk Satgas khusus jamin pasokan energi nasional. Langkah ini antisipasi dampak buruk konflik Timur Tengah terhadap stok BBM dan industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved