Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Di Bulan Pemberdayaan Perempuan, Badan Bahasa Gelar Bedah Buku Kedahsyatan Bahasa

Adang Iskandar
02/4/2026 17:47
Di Bulan Pemberdayaan Perempuan, Badan Bahasa Gelar Bedah Buku Kedahsyatan Bahasa
Ilustrasi(MI/ADANG ISKANDAR)

DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan pada Rabu (1/4) di Kantor Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Tampak hadir pula mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro.

Saat menyampaikan laporan terkait dengan kegiatan tersebut, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin menuturkan pendidikan menjadi sarana utama pemberdayaan perempuan melalui penguatan karakter, literasi, dan kesetaraan gender sehingga perempuan dapat berpartisipasi secara penuh dalam ranah politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahasa.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan itu, Badan Bahasa juga menyelenggarakan Bedah Buku berjudul Kedahsyatan Bahasa yang merupakan karya Atikah Solihah, Widyabasa dan ahli bahasa di Badan Bahasa. Adapun narasumber pembedah buku tersebut ialah penulis Asma Nadia dan pegiat kebahasaan Ivan Lanin.

Kegiatan bedah buku tersebut, kata Hafidz, dirancang sebagai ruang diskusi intelektual mengenai peran strategis bahasa dalam kehidupan sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan. 

Kolaborasi antara Badan Bahasa dan DWP Kemendikdasmen, imbuh Hafidz, diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye literasi, memperkuat jejaring kerja dalam bidang kebahasaan dan pendidikan, serta menghadirkan ruang pembelajaran publik yang memperkuat pemberdayaan perempuan melalui bahasa dan literasi.

Buku Kedahsyatan Bahasa mengupas bahasa sebagai kekuatan fundamental yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pemicu peristiwa, penggerak perubahan, dan pembentuk peradaban manusia. Buku ini menegaskan bahwa bahasa dapat menjadi energi konstruktif yang memajukan manusia, sekaligus berpotensi destruktif apabila digunakan tanpa kesadaran nilai, adab, dan tanggung jawab.

Lewat buku ini, Atikah mengajak pembaca untuk menyadari bahwa kualitas berbahasa mencerminkan kualitas berpikir dan kualitas peradaban. Bahasa yang bernas, berkaidah, dan berintegritas menjadi fondasi kemajuan bangsa. Adapun pengabaian terhadap bahasa berisiko melahirkan konflik, kesalahpahaman, dan kemunduran nilai kemanusiaan. (Ant/H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya