Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Sering Lupa Materi Pelajaran? Mungkin Cara Belajar Anda yang Salah

Atalya Puspa    
30/3/2026 09:29
Sering Lupa Materi Pelajaran? Mungkin Cara Belajar Anda yang Salah
Ilustrasi--Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (20/1/2026).(ANTARA/Auliya Rahman)

BANYAK pelajar mengeluhkan sulitnya mengingat materi pelajaran meskipun sudah meluangkan banyak waktu untuk belajar. Namun, profesor neurosains dari Harvard University, Tracey Tokuhama-Espinosa, mengungkapkan bahwa masalah utamanya bukanlah kurangnya waktu, melainkan metode belajar yang kurang tepat.

Menurut Tokuhama-Espinosa, belajar bukan sekadar menyimpan informasi di otak, melainkan bagaimana pengetahuan tersebut bisa diterapkan dalam berbagai situasi. 

“Ukuran keberhasilan belajar adalah kemampuan menggunakan pengetahuan di luar konteks kelas,” ujarnya dilansir dari Times of India, Senin (30/3).

Lupakan Hafalan Jangka Pendek

Salah satu kesalahan umum adalah fokus pada hafalan jangka pendek demi menghadapi ujian. Akibatnya, informasi cepat hilang setelah ujian usai. 

Tokuhama-Espinosa menjelaskan bahwa otak bekerja lebih optimal jika keterlibatan aktif dan pengulangan dilakukan secara konsisten.

Selain itu, ia mematahkan mitos tentang gaya belajar tunggal (seperti hanya visual atau hanya auditori). Faktanya, otak justru lebih tajam saat menerima informasi melalui berbagai indra sekaligus, seperti kombinasi membaca, menulis, berdiskusi, dan melihat visual.

5 Langkah Mempertajam Daya Ingat

Untuk mengatasi masalah lupa, Tokuhama-Espinosa menyarankan lima langkah strategis:

  1. Spaced Repetition: Melakukan pengulangan materi secara berkala dalam jangka waktu tertentu.
  2. Latihan Soal: Rutin menguji diri untuk memperkuat pemahaman konsep.
  3. Mengajar Kembali: Mencoba menjelaskan materi kepada orang lain.
  4. Catatan Terstruktur: Mencatat secara aktif agar pola pikir lebih terorganisir.
  5. Umpan Balik: Memanfaatkan koreksi atau masukan untuk memperbaiki kesalahan belajar.

Pentingnya Relevansi dan Gaya Hidup

Ia juga menekankan agar pelajar mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi atau kehidupan sehari-hari agar informasi terasa lebih bermakna. 

Selain metode teknis, faktor eksternal seperti kualitas tidur, pola makan, dan lingkungan belajar juga memegang peranan vital dalam menjaga daya ingat.

Meski perubahan metode belajar ini tidak memberikan hasil instan, pendekatan yang tepat akan membuahkan pemahaman yang mendalam dalam jangka panjang. 

“Banyak orang sebenarnya mampu belajar dengan baik, tetapi perlu mengubah cara belajarnya,” pungkas Tokuhama-Espinosa. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik