Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPISAN es yang menempel kokoh di sepanjang garis pantai utara Alaska kini menghilang lebih cepat dari perkiraan semula. Data terbaru selama 27 tahun yang dianalisis para ilmuwan dari Universitas Alaska Fairbanks (UAF) menunjukkan durasi es pesisir (landfast ice) ini terus menyusut hingga hitungan minggu, bahkan bulan, dalam beberapa dekade terakhir.
Penelitian yang dipimpin Profesor Andrew Mahoney dari Institut Geofisika UAF ini menyoroti fenomena di Laut Chukchi dan Laut Beaufort. Berbeda dengan es yang hanyut mengikuti arus, landfast ice bersifat statis karena membeku langsung ke bibir pantai atau dasar laut dangkal, menjadikannya "lantai" yang vital bagi kehidupan manusia.
Jika sebelumnya penurunan es pesisir lebih banyak terjadi di Laut Chukchi, temuan terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Oceans ini menunjukkan tren serupa mulai melanda Laut Beaufort. Kawasan ini sebelumnya dianggap relatif stabil sejak era 1970-an hingga awal 2000-an.
"Es pesisir adalah jenis es yang digunakan langsung oleh manusia," ujar Mahoney. "Ia memiliki hubungan yang jauh lebih dekat dan langsung dengan aktivitas masyarakat."
Bagi komunitas lokal, es ini bukan sekadar pemandangan, melainkan prasarana transportasi menuju lokasi perburuan dan memancing. Industri gas dan minyak pun bergantung padanya untuk membangun jalan es musiman. Secara ekologis, es ini berfungsi sebagai tameng alami yang melindungi daratan dari hantaman ombak besar.
Penyusutan durasi ini sebagian besar disebabkan oleh proses pembekuan yang datang terlambat. Meski suhu udara di musim gugur sudah mencapai titik beku, lautan ternyata menyimpan panas lebih lama, sehingga es tidak bisa terbentuk tepat waktu.
Antara tahun 1996 hingga 2023, musim es pesisir tercatat memendek sebanyak 57 hari di Laut Chukchi dan 39 hari di Laut Beaufort. Mahoney menekankan, "Pemendekan musim es pesisir ini mungkin lebih berdampak bagi masyarakat pesisir dibandingkan hilangnya luas area es itu sendiri, karena hal ini membuat garis pantai lebih terpapar gelombang dan membuat kondisi perburuan menjadi sangat tidak pasti."
Para peneliti juga menemukan bahwa es di Laut Beaufort tidak lagi menjulur jauh ke lepas pantai seperti dulu. Hal ini diduga berkaitan dengan penipisan es Arktik secara keseluruhan. Es yang tipis gagal membentuk gundukan es besar (grounded ridges) yang biasanya menancap ke dasar laut sebagai jangkar.
"Kami melihat bukti bahwa gundukan es yang menancap ke dasar laut tidak lagi terbentuk di tempat yang seharusnya," kata Mahoney. Tanpa jangkar alami ini, lapisan es menjadi rapuh dan lebih mudah pecah atau terbawa arus.
Meskipun mekanisme pasti di balik perubahan ini masih memerlukan riset lanjutan, para ilmuwan sepakat bahwa tren ini merupakan sinyal kuat dari penipisan es di Arktik yang kian mengkhawatirkan. (Science Daily/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved