Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 85 Ribu Kendaraan Padati GT Cikampek Utama Selasa (24/3) Malam

Basuki Eka Purnama
25/3/2026 04:42
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 85 Ribu Kendaraan Padati GT Cikampek Utama Selasa (24/3) Malam
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama ke luar menuju arah Jakarta pada momen arus balik Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).(ANTARA/Sri Dewi Larasati)

VOLUME lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama), Karawang, Jawa Barat, terpantau melonjak tajam pada Selasa (24/3) malam. Gelombang kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta ini menandai dimulainya puncak arus balik Lebaran 2026.

Berdasarkan data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) hingga pukul 23.46 WIB, tercatat sebanyak 85.453 kendaraan telah melintasi GT Cikatama menuju arah Jakarta. 

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan total kendaraan pada Senin (23/3) yang mencapai 75 ribu kendaraan dalam tiga shift.

Kronologi Peningkatan Arus

Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT, Ria Marlinda Paalo, menjelaskan bahwa lonjakan volume kendaraan dari arah Semarang (GT Kalikangkung) mulai terasa signifikan sejak pukul 20.00 WIB.

“Karena memang melihat saat ini sudah naik untuk volume lalu lintasnya, kita perhatikan tadi sekitar jam 8-9 malam itu sudah 70 ribu kendaraan. Jadi, memang sudah cukup tinggi. Kami terus pantau sampai selesai shift 3, itu berarti besok jam 5 pagi,” kata Ria saat ditemui di Kantor GT Cikatama, Selasa (24/3) malam.

Rekayasa Lalu Lintas dan Kesiapan Gardu

Menanggapi lonjakan tersebut, Jasa Marga melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengurai kepadatan:

  • Penambahan Gardu Tol: JTT telah membuka 26 gardu tol di GT Cikatama, bertambah dari kondisi normal sebanyak 22 gardu.
  • One Way Nasional: Penerapan sistem satu arah (one way) diberlakukan mulai dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 Ruas Tol Jakarta-Cikampek.
  • Contraflow: Sistem lawan arus (contraflow) dua lajur diterapkan mulai KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek.
  • Manajemen Rest Area: Penutupan sementara dilakukan pada *rest area* KM 52 serta sistem buka-tutup di rest area KM 62 guna mencegah antrean kendaraan yang meluber ke jalur utama.

“Jadi, kami memastikan bahwa seluruh pengguna jalan tidak terhambat oleh adanya antrean masuk ke rest area. Oleh karena itu, kami mengimbau pengguna jalan untuk dapat mempersiapkan dulu perjalanannya,” pungkas Ria. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya