Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Belajar Transisi Ekonomi Hijau dari Perspektif Global melalui Global Network Week

Media Indonesia
23/3/2026 16:32
Belajar Transisi Ekonomi Hijau dari Perspektif Global melalui Global Network Week
Peserta program Global Network Week(Dok.Istimewa)

DI tengah meningkatnya urgensi krisis iklim global, peran generasi muda kian tak tergantikan. Berbagai laporan lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNDP, menegaskan bahwa anak muda bukan hanya kelompok yang paling terdampak perubahan iklim, tetapi juga aktor penting dalam mendorong inovasi, kebijakan, dan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Bagi Indonesia, momentum ini menjadi semakin relevan. Dengan lebih dari separuh populasi berada pada usia produktif, keterlibatan generasi muda dalam memahami dan mengembangkan solusi ekonomi rendah karbon akan sangat menentukan arah transisi menuju masa depan yang berkelanjutan.

Dalam konteks inilah ruang pembelajaran lintas negara menjadi penting. Melalui forum global, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memahami praktik terbaik dari berbagai negara sekaligus membangun jejaring kolaborasi internasional.

Salah satu inisiatif tersebut hadir melalui Global Network Week March 2026, program akademik dan experiential selama lima hari yang mengangkat tema “A Path to Net Zero: Business Role in Helping Solve the Global Climate Crisis.” 

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang tergabung dalam jaringan sekolah bisnis internasional terkemuka. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana dunia usaha, pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan dapat berkolaborasi dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Tahun 2026, sebanyak 64 mahasiswa dari berbagai universitas dalam negeri, universitas Tiongkok, Korea Selatan, Turki, Amerika, Meksiko, Colombia, Britania Raya, Afrika Selatan, dan mahasiswa asing dari Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Belajar dari Praktik Nyata

Selama lima hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan diskusi akademik, kunjungan lapangan, hingga pertukaran budaya. Hari pertama diawali dengan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai green tourism dan pengelolaan warisan budaya secara berkelanjutan. Diskusi ini menyoroti bagaimana pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan upaya pengurangan emisi karbon.

Pada hari kedua, fokus beralih ke peran pasar modal dan keuangan berkelanjutan. Peserta mengunjungi Bursa Efek Indonesia dan berdiskusi dengan para pakar mengenai bagaimana instrumen keuangan dapat mendorong investasi hijau dan aksi iklim.

Hari ketiga mengangkat tema transformasi digital dan energi berkelanjutan. Dalam sesi ini, peserta mendalami bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung pengembangan sistem energi berbasis terbarukan.

Selanjutnya, hari keempat menyoroti pentingnya konservasi biodiversitas dan peran pendidikan dalam membentuk fondasi bisnis hijau di masa depan. Program ditutup pada hari kelima melalui diskusi kelompok dan presentasi peserta, yang mendorong lahirnya berbagai gagasan solusi yang relevan dengan konteks global maupun lokal.

Perspektif Baru Generasi Muda

Dalam program ini, lima Tanoto Scholars (penerima beasiswa Tanoto Foundation) turut berpartisipasi dan membawa pulang beragam perspektif baru. Karina Iapepayocha Sembiring, Tanoto Scholar dari IPB University, menilai forum ini membuka ruang kolaborasi lintas negara yang sebelumnya jarang ia temui.

“Berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara membuat saya melihat isu yang sama dari sudut pandang yang berbeda. Ini memperluas cara saya memahami tantangan global,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Nabilla Aulia, Tanoto Scholar Universitas Indonesia jurusan Teknik Lingkungan. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru tentang hubungan antara ekonomi dan lingkungan.

“Selama ini sering dipandang bertolak belakang. Tapi di sini saya melihat bagaimana konsep bisnis berkelanjutan dan prinsip ESG justru bisa menjembatani keduanya,” katanya.

Sementara itu, Nabila Sabkha Paramadani, Tanoto Scholar dari Universitas Indonesia, menyoroti pentingnya pertukaran perspektif lintas budaya dalam memahami isu kompleks.

“Berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara membuat kita sadar bahwa tidak ada satu pendekatan tunggal dalam menyelesaikan masalah global,” ungkapnya.

Bagi Muhammad Raditya Fahrezi Tanoto Scholar IPB University, pembahasan mengenai kontribusi sektor bisnis terhadap target net-zero emission sangat relevan dengan bidang pertanian yang ia tekuni.

“Pertanian punya dampak besar terhadap lingkungan. Memahami bagaimana praktiknya bisa lebih berkelanjutan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Ichsan, Tanoto Scholar dari Universitas Indonesia, yang menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin.

“Isu seperti perubahan iklim tidak bisa diselesaikan dari satu bidang saja. Kita perlu kolaborasi dan cara pandang yang lebih luas,” katanya.

Peserta GN Week

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Pengalaman dalam forum global seperti GN Week tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi lintas budaya, kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Lebih dari itu, pengalaman ini memperkuat peran generasi muda sebagai bagian dari solusi. Di tengah kompleksitas krisis iklim, upaya mendorong ekonomi hijau tidak dapat bergantung pada satu sektor saja. Diperlukan kolaborasi lintas aktor dan generasi muda, dengan perspektif dan energinya, memiliki posisi strategis untuk menjembatani berbagai kepentingan tersebut.

Dengan semakin banyaknya ruang pembelajaran global, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga penggerak dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan. (RO/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya