Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang masih menganggap flu dan pilek sebagai penyakit yang sama. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda, meski memiliki gejala yang sekilas mirip. Informasi dari Superdrug Health Clinic menyebutkan flu dan pilek disebabkan virus yang berbeda, sehingga cara tubuh meresponsnya pun tidak sama.
Pilek umumnya disebabkan berbagai jenis virus, bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan. Sementara itu, flu disebabkan virus influenza yang memiliki beberapa varian dan dapat berubah setiap tahun.
Gejala menjadi salah satu cara paling mudah untuk membedakan flu dan pilek. Pada pilek, gejala yang muncul biasanya lebih ringan, seperti hidung tersumbat atau berair, bersin, sakit tenggorokan, batuk, serta kelelahan ringan.
Sebaliknya, flu cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat. Penderita flu umumnya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, menggigil, hingga kehilangan nafsu makan. Dalam beberapa kasus, flu juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual atau diare.
Selain tingkat keparahan, perbedaan lain terletak pada kecepatan munculnya gejala. Pilek biasanya berkembang secara bertahap. Seseorang akan merasa tidak enak badan terlebih dahulu, lalu gejala semakin terasa dalam beberapa hari.
Sementara itu, flu sering datang secara tiba-tiba. Dalam waktu singkat, seseorang bisa langsung merasa sangat lemas dan tidak mampu beraktivitas seperti biasa.
Banyak yang mengira pilek bisa berkembang menjadi flu. Namun, anggapan ini tidak benar. Karena disebabkan virus yang berbeda, pilek tidak akan berubah menjadi flu.
Meski begitu, seseorang tetap bisa terkena pilek dan flu secara bersamaan, walaupun kasus ini tergolong jarang. Jika terjadi, kondisi ini bisa membuat gejala terasa lebih berat dan masa pemulihan menjadi lebih lama.
Baik flu maupun pilek sama-sama bisa menimbulkan komplikasi, meskipun flu umumnya lebih berisiko. Pilek dapat berkembang menjadi penyakit lain seperti bronkitis akut, sinusitis bakteri, pneumonia, hingga memicu serangan asma.
Sementara itu, flu berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti pneumonia, infeksi telinga, sinusitis, hingga memperburuk penyakit kronis seperti diabetes, asma, dan gangguan jantung. Dalam kasus tertentu, flu bahkan dapat menyebabkan komplikasi neurologis seperti peradangan otak.
Flu dan pilek menyebar dengan cara yang sama, yaitu melalui percikan droplet saat seseorang batuk atau bersin. Droplet ini dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda, sehingga bisa menular ketika seseorang menghirupnya atau menyentuh wajah setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi.
Untuk mencegah penularan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, menjaga kebersihan tangan, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Jika sedang sakit, disarankan untuk tetap berada di rumah agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Selain itu, vaksin flu juga dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif, meskipun perlu dilakukan setiap tahun karena virus flu terus mengalami perubahan.
Memahami perbedaan antara flu dan pilek sangat penting agar tidak salah dalam penanganan. Meski terlihat sepele, kedua penyakit ini dapat berdampak pada kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat.
Dengan mengenali gejala sejak awal, masyarakat dapat mengambil langkah yang lebih cepat untuk menjaga kondisi tubuh dan mencegah penyebaran penyakit, terutama di musim pancaroba yang rentan terhadap infeksi virus. (Superdrug Health Care/Z-2)
Pilek adalah salah satu penyakit yang hampir setiap orang alami setidaknya sekali dalam setahun, terutama saat musim hujan atau masa pancaroba.
Pilek hilang dalam 5 menit? Rahasia ampuh atasi hidung tersumbat & bersin-bersin dengan cepat! Tips jitu redakan pilek tanpa obat, langsung plong! Klik sekarang!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved