Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Tragedi Leuwigajah dan Longsor Bantargebang: Sejarah Kelam Pengolahan Sampah Indonesia

mediaindonesia.com
11/3/2026 13:56
Tragedi Leuwigajah dan Longsor Bantargebang: Sejarah Kelam Pengolahan Sampah Indonesia
Ilustrasi(Antara)

Sejarah pengelolaan sampah di Indonesia setidaknya ditandai oleh dua luka besar yang memilukan: Tragedi Leuwigajah pada 2005 dan Longsor Bantargebang pada Maret 2026. Kedua peristiwa ini bukan sekadar musibah alam, melainkan manifestasi dari kegagalan sistemik dalam menangani limbah perkotaan yang terus membengkak.

Tragedi Leuwigajah 2005: Ledakan Gas Metana

Pada dini hari 21 Februari 2005, sebuah dentuman keras mengguncang kawasan Cimahi, Jawa Barat. Ledakan gas metana yang terperangkap di bawah jutaan meter kubik sampah di TPA Leuwigajah memicu longsoran dahsyat. Curah hujan yang ekstrem memperparah kondisi gunungan sampah setinggi 60 meter tersebut.

Akibatnya, "tsunami sampah" meluncur deras sejauh satu kilometer, menyapu bersih Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Sebanyak 157 nyawa melayang dalam peristiwa ini. Tragedi ini memicu lahirnya peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) setiap tanggal 21 Februari sebagai bentuk refleksi nasional.

Longsor Bantargebang 2026: Tragedi Berulang

Dua dekade kemudian, sejarah kelam kembali terjadi. Pada 8 Maret 2026, Zona IV TPST Bantargebang di Bekasi mengalami longsor besar. Hujan dengan intensitas ekstrem mencapai 264 mm per hari membuat gunungan sampah setinggi 50 meter kehilangan stabilitasnya.

Data Perbandingan Tragedi Sampah

Aspek TPA Leuwigajah (2005) TPST Bantargebang (2026)
Korban Jiwa 157 Orang Meninggal 7 Orang Meninggal (Data Sementara)
Penyebab Utama Ledakan Gas Metana & Hujan Overkapasitas & Hujan Ekstrem
Status Lahan Open Dumping Beban Kritis (80 Juta Ton)

People Also Ask: Mengapa Gunung Sampah Bisa Meledak?

1. Apa peran gas metana?

Sampah organik yang membusuk tanpa oksigen menghasilkan gas metana. Tanpa sistem ventilasi yang memadai, gas ini terakumulasi dan menciptakan tekanan tinggi yang dapat meledak jika terpicu oleh panas atau pergeseran massa.

2. Mengapa hujan memicu longsor?

Air hujan menambah berat massa sampah secara drastis. Selain itu, plastik yang mendominasi tumpukan sampah bertindak sebagai pelumas (bidang gelincir), memudahkan seluruh gunungan untuk merosot ke bawah saat dasarnya tidak lagi mampu menahan beban.

Transformasi Pengelolaan Sampah

Pemerintah mulai mendorong transisi dari metode lama menuju teknologi yang lebih aman, antara lain:

  • Refuse Derived Fuel (RDF): Mengolah sampah menjadi pelet bahan bakar untuk industri.
  • Landfill Mining: Membongkar zona sampah lama untuk diolah kembali dan memulihkan kapasitas lahan.
  • Ekonomi Sirkular: Mengintegrasikan bank sampah dan industri daur ulang sejak dari hulu (rumah tangga).

Tragedi Leuwigajah dan Bantargebang adalah pengingat keras bahwa tanpa perubahan radikal, gunung-gunung sampah di berbagai kota di Indonesia tetap menjadi ancaman nyata bagi keselamatan manusia dan lingkungan.

Checklist Kontribusi Pengurangan Sampah:
  • ✅ Pisahkan sampah organik (sisa makanan) untuk dikompos.
  • ✅ Hindari penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas harian.
  • ✅ Setorkan sampah anorganik berkualitas ke Bank Sampah terdekat.
  • ✅ Gunakan produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang atau diisi ulang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya